Inovasi

Kerupuk Ampas Tahu ala Mahasiswa UNY

ILUSTRASI KERUPUK AMPAS TAHU

YOGYAKARTA, EDUNEWS.ID – Bagi masyarakat Indonesia, kerupuk menjadi makanan pelengkap populer ketika menyantap hidangan tertentu. Terdapat beragam jenis dan variasi kerupuk yang bisa dinikmati, salah satunya yakni kerupuk dari ampas tahu buatan mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Mahasiswa kreatif tersebut terdiri atas Nirmalasari, Intan Muara, Atanasia Harliani, Riadlatul Aeni, dan Maelani Indaswari. Ketua kelompok, Nirmalasari mengungkapkan, latar belakang membuat kerupuk dari ampas tahu lantaran limbah hasil pembuatan tahu ini masih kaya akan nilai gizi yang tinggi.

“Dalam ampas tahu itu sendiri banyak mengandung asupan gizi yang masih tersisa dari pembuatan tahu sebelumnya. Kami buat ampas tahu menjadi kerupuk karena makanan ini sangat familier di kalangan masyarakat,” tuturnya dinukil dari laman UNY, Jumat (11/11/2016).

Baca juga :  Kuliah Umum di IAIN Manado, JK Bicara Perbedaan Kampus dan Museum

Anggota tim lainnya, Intan, menjelaskan, kandungan gizi per 100 gram ampas tahu di antaranya energi sebanyak 75 kkal, karbohidrat 10,7 gram, protein 4,1 gram, lemak 2,1 gram, kalsium 203 miligram, fosfor 60 miligram, zat besi 1,3 gram, vitamin B1 sebanyak 0,07 miligram, serta vitamin C sebanyak 82,5 miligram.

“Banyaknya kandungan vitamin ini jelas bahwa kerupuk ampas tahu baik untuk dikonsumsi,” sebutnya.

Dalam pembuatan kerupuk, tim memberi beberapa varian rasa, seperti balado, seledri, dan taburan ikan teri. Sedangkan pembuatan kerupuk dari ampas tahu ini juga tidak sulit.

“Bahan yang dibutuhkan adalah ampas tahu yang sudah dikukus, tapioka, garam, bawang putih, dan merica. Proses pembuatannya adalah ampas tahu diperas dengan mesin pemeras agar higienis untuk mengurangi kadar airnya,” papar Maelani.

Baca juga :  KEREEEN!! Siswi SMP ini Bikin Kerupuk Pare Tanpa Rasa Pahit

Maelani menjelaskan, setelah itu ampas dikukus dan diberi bumbu dan tepung tapioka. Setelah itu, adonan dikukus kembali selama dua jam sampai bagian tengah matang.

“Adonan matang ini diangkat dan diangin-anginkan selama tiga sampai lima hari hingga mengeras agar mudah dipotong dan dicetak. Kerupuk basah lalu dijemur atau dikeringkan dengan alat pengering. Jika sudah, kerupuk siap digoreng dan disantap,” tandasnya.

 

[Okezone]

To Top
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com