Kampus

KKN Tematik Mahasiswa Undip Terapkan Biopori di Desa Gogik

Mahasiswa Undip Sedang Membuat Biopori

SEMARANG, EDUNEWS.ID – Undip menerjunkan tim KKN Posdaya tim II ke beberapa desa disekitar kota Semarang, salah satunya adalah Desa Gogik di Kabupaten Semarang. Penerapan Biopori menjadi salah satu program yang digalakkan di desa tersebut. Teknologi biopori sendiri adalah teknologi yang berguna untuk menabung air tanah yang berguna untuk masa depan.

Ferina Mulyana mahasiswa Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil angkatan 2013, melihat bahwa desa Gogik berpotensi dapat dijadikan desa percontohan untuk membuat biopori. Hal ini di simpulkan setelah sekitar satu minggu melakukan survey lapangan serta alat dan bahan.

Menurutnya di desa Gogik terdapat banyak lokasi dengan kondisi tanah yang tidak keras, memiliki pohon atau ada genangan air. “Desa Gogik, adalah desa yang memiliki struktur tanah menurun sehingga kemungkinan untuk mendapatkan genangan air sangat sedikit” jelasnya. “Kriteria yang dicari adalah tanah yang tidak keras dan banyak pepohonan di sekitarnya” lanjutnya ketika dikonfirmasi edunews.id.

Dalam persiapan pembuatan biopori, Tim KKN Tematik Posdaya mendapatkan bantuan dari Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Semarang berupa pipa biopori sejumlah 25 buah, penutup biopori dan 5 alat penggali tanah atau bor biopori. Perawatan biopori dilakukan ketika sampah yang sudah menjadi kompos di dalam pipa biopori sudah memenuhi pipa biopori, jangka waktunya pun lama sehingga tidak memerlukan perawatan rutin yang menghabiskan waktu.

Baca juga :  Mahasiwa Menumpuk di Jawa dan Sumatera

Biopori ini bermanfaat untuk menyiapkan kebutuhan air tanah di masa mendatang. Dengan biopori ini, air hujan tertampung di dalam tanah dan bisa digunakan bertahun-tahun mendatang disaat hujan tidak lagi turun. Tidak hanya digunakan di desa atau di tempat yang masih banyak pohonnya, tapi bisa juga diaplikasikan di kota atau di daerah yang sudah jarang ada pohonnya.

To Top
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com