Kampus

Kuliah Daring Solusi Masalah Kekurangan Dosen

 

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Ketidakseimbangan rasio jumlah dosen dan mahasiswa tidak akan menjadi masalah jika sistem perkuliahan diselenggarakan secara daring atau nontatap muka.

Kendati demikian, kompetensi dosen wajib terus ditingkatkan karena konsep kuliah nontatap muka menuntut dosen menjelaskan sebuah materi pelajaran dengan sangat komprehensif.

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M Nasir menegaskan akan menata ulang jumlah dosen pada setiap program studi untuk meningkatkan mutu perguruan tinggi.

Menurut dia, jumlah minimal enam dosen pada setiap program studi sedang dikaji ulang. Rasio jumlah dosen menjadi satu dari tiga masalah utama yang sedang dibenahi dalam upaya menghadapi revolusi industri 4.0.

“Indonesia akan memiliki dan lebih mengembangkan sistem pembelajaran distance learning atau melalui online learning. Sehingga ke depan belajar tidak ada batasan ruang. Jumlah kelas untuk belajar pun tidak akan menjadi masalah. PTS dan PTN harus berlari cepat agar Indonesia sukses berkualitas. Dengan dampak revolusi industri 4.0 ini, beberapa masalah seperti rasio dosen kedepan akan tidak menjadi masalah,” ucap Nasir di Kantor Kemenristekdikti, Jakarta, Senin (12/2/2018).

Ia menjelaskan, masalah yang harus dihadapi dalam membangun sistem kuliah nontatap muka adalah penyediaan infrastruktur daring di perguruan tinggi. Selain itu, perguruan tinggi juga diharapkan segera membuka prodi yang berhubungan dengan revolusi industri 4.0, seperti prodi berbasis teknologi informasi dan komunikasi.

Prodi yang memanfaatkan data analisis teknologi tersebut menjadi landasan kuat untuk mencetak pengusaha-pengusaha pemula yang mengandalkan bisnisnya pada inovasi teknologi.

“Contoh suksesnya adalah ada lulusan Diploma 3 yang sekarang membuka usaha ayam geprek dengan gerai lebih dari 30 gerai, dan usaha jamur dimana omsetnya mencapai ratusan juta per bulan. Menariknya lagi ada mahasiswa lulusan bidikmisi yang telah membuka sekolah robotik,” ujarnya.

Tingkatkan Kompetensi

Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Kemenristekdikti Ali Ghufron Mukti menambahkan, jumlah dosen bergelar sarjana ada sebanyak 34.933 dosen.
Menurut dia, mutu dan kompetensi dosen akan menentukan kualitas lulusan sekaligus reputasi suatu perguruan tinggi. Pasalnya, dosen memiliki peran besar dalam mempersiapkan generasi masa depan yang kompetitif.

“Makanya, kami terus berusaha meningkatkan mutu dan kompetensi dosen. Kami berkomitmen meningkatkan jumlah tenaga pendidik serta ilmuwan yang kompetitif di masa depan. Kami memiliki sejumlah skema beasiswa pascasarjana (S-2 dan S-3), baik di universitas dalam negeri maupun luar negeri untuk meningkatkan kompetensi tersebut,” ujarnya.

Ia menyatakan, Kemenristekdikti terus mendorong dosen untuk melanjutkan jenjang pendidikan dengan menyediakan beragam fasilitas beasiswa. Menurut dia, tersendatnya jenjang pendidikan dosen untuk kuliah lebih tinggi membuat dosen masih banyak yang belum tersertifikasi.

“Kondisi sekarang, Indonesia hanya memiliki sekitar 5.000 profesor. Rasio tersebut sangat kecil dibandingkan dengan jumlah mahasiswanya. Dosen profesional harus memiliki sertifikasi, dan sekarang hanya 50 persen yang punya (sertifikat), sekitar 230.000 dosen saja,” ujar Ghufron.

Facebook Comments

Most Popular

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 08114167811

Copyright © 2016-2018 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!