Kampus

Kuliah Umum di IAIN Manado, JK Bicara Perbedaan Kampus dan Museum

MANADO, EDUNEWS.ID – Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla (JK) menyampaikan kuliah umum di IAIN Manado. Dalam kesempatan itu, Wapres Jusuf Kala menjelaskan tentang beda kampus dan museum.

Menurutnya, museum selalu melihat ke belakang, sementara kampus harus selalu melihat ke depan. Kampus harus senantiasa menjadi tempat yang mampu menjawab tantangan-tantangan ke depan.

“Kampus harus senantiasa berusaha meningkatkan kualitasnya di berbagai lini. Bila kampus memiliki kualitas, maka nama dan citranya dengan sendirinya akan terdongkrak,” lanjut orang nomor 2 di Indonesia ini di Manado, Minggu (23/4/2017).

Umat Islam, lanjut JK, jangan terperangkap dalam romantisme masa lalu dengan hanya membanggakan tokoh terdahulu seperti Ibnu Sina, Al Khawarizmi, dan lainnya. Yang harus dilakukan adalah berkaca pada masa lalu sembari memikirkan cara untuk mencari Ibnu Sina dan Al Khawarizmi baru agar bisa menjawab tantangan kemodernan.

Baca juga :  Novanto Minta Perlindungan Presiden, Begini Kata Wapres

“Islam adalah agama yang senafas dengan kemodernan. Islam Indonesia adalah Islam wasathiyah atau Islam jalan tengah. Islam Indonesia adalah islam yang khas secara sosio-kultural yang berbeda dengan praksis Islam di Timur Tengah yang penuh dengan konflik,” imbuhnya.

JK mengaku prihatin dengan fenomena konflik yang terjadi di banyak negara berpenduduk Muslim di Timur Tengah. Padahal, mereka adalah negara-negara yang kaya minyak (energi). Hal itu terjadi salah satunya karena cara dalam menyikapi perbedaan pandangan.

JK memuji Sulawesi Utara (Sulut) sebagai daerah percontohan toleransi. Sulut memiliki masa silam yang tidak mudah tersulut konflik, meski saat daerah sekitarnya sedang terjadi konflik.

“Sulut harus senantiasa menggalakkan dialog untuk mencari persamaan dan menyikapi perbedaan dengan bijak,” pesannya.

Baca juga :  DPR Tinjau Kesiapan USU Terapkan Program WKDS

EDUNEWS.ID

To Top
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com