Kampus

Loh, Ternyata Sarjana Teknik dan Insinyur Berbeda, ini Penjelasannya

ILUSTRASI

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Untuk mendapatkan predikat insinyur itu sekarang tidak mudah. Sebelum 1993, setiap mahasiswa yang lulus dari jurusan teknik disebut insinyur. Tidak heran bila Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti sarjana teknik. Maka sekilas menurut KBBI insinyur dan sarjana teknik adalah hal yang sama.

Lalu seperti apa profesi insinyur? Bukankah saat ini gelar insinyur telah digantikan oleh gelar Sarjana Teknik, lalu apa bedanya Insinyur dengan Sarjana Teknik?

Sejak 1993, Mendikbud Fuad Hassan melalui Keputusan Mendikbud RI No. 36/U/1993 tentang Gelar dan Sebutan Lulusan Perguruan Tinggi mengubah sebagian besar gelar dan sebutan bagi lulusan pendidikan akademik sarjana di Indonesia saat itu. Lulusan kelompok program studi teknik yang sebelumnya menggunakan gelar insinyur (Ir) mulai sejak ditetapkannya keputusan tersebut menggunakan gelar Sarjana Teknik (ST).

Baca juga :  DPR : Untuk Majukan Perguruan Tinggi Tidak Bisa Diterapkan Kebijakan yang Sama

Tapi tidak berarti sebutan insinyur itu hilang setelah diganti sarjana teknik. Berdasarkan UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, UU No. 12 tahun 2012 tentang pendidikan tinggi, dan UU No 11 tahun 2014 tentang keinsiyuran, hanya perguruan tinggi yang secara hukum mempunyai kewenangan untuk menyelenggarakan program profesi insinyur dan memberikan gelar insinyur (Ir.). Sedangkan sertifikasi insinyur diberikan oleh asosiasi profesi yaitu Persatuan Insinyur Indonesia (PII).

Singkat kata, saat mahasiswa jurusan teknik dinyatakan lulus, ia akan meraih gelar sarjana teknik. Setelah itu, ia mesti bekerja. Karena untuk menempuh program profesi insinyur, disyaratkan pengalaman kerja minimal dua tahun.

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!