Kampus

Menteri Nasir minta Kampus harus Bebas dari Radikalisme

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Suhardi Alius (paling kanan) dan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M Nasir (paling kiri).

SEMARANG, EDUNEWS.ID – Penyebaran paham radikalisme dinilai sudah mulai sistemik dan sangat mengkhawatirkan. Bahkan penyebaran tersebut disebut sudah masuk ke instansi-instansi pendidikan termasuk ke perguruan tinggi. Hal tersebut tentunya memerlukan perhatian yang khusus bagi para rektor perhuruan tinggi yang ada di seluruh Indonesia.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M Nasir menyatakan, kampus harus bebas dari paham radikalisme. Kampus juga harus bisa menjaga citranya sebagai lembaga pendidikan dengan mengajarkan nilai-nilai dan budaya bangsa yang benar untuk mencetak pemimpin negara ini di masa yang akan datang

“Yang harus dipahami, kalau terjadi radikalisme, berarti kita tidak menerima perbedaan. Di Indonesia tidak bisa seperti itu karena kita hidup di antara keberagaman,” ujarnya di Universitas Negeri Semarang (Unnes), Sabtu (6/5/2017).

Baca juga :  Paham Radikal Masuk Kampus, Sofyan Tan : Rektor harus Mawas Diri

Nasir mengajak untuk bersama-sama menangkal paham yang bisa merusak generasi bangsa di masa depan. Ia meminta kampus harus bebas dari radikalisme, bebas dari kekerasan, bebas dari narkoba. Karena semua itu akan merusak masa depan bangsa Indonesia.

EDUNEWS.ID

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com