Kampus

Nasir Sebut Dana Riset Minim

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Menteri Riset, Teknologi, Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M Nasir mengakui dana penelitian untuk perguruan tinggi negeri (PTN) sangat minim. Itu sebabnya, Kemenristekdikti bekerja sama dengan lembaga asing untuk membiayai riset para peneliti di kampus.

Salah satunya dengan Amerika Serikat lewat program USAID’s Sustainable Higher Education Research Alliance (USAID SHERA).

“USAID menyiapkan dana penelitian USD 20 juta untuk penelitian, tapi Kemenristekdikti juga menyiapkan dana penelitian untuk PTN,” kata ‎Nasir di sela-sela peluncuran program USAID SHERA di Kantor Kemenristekditi, Selasa (21/3/2017).

Tahun ini, menurut Nasir, dana penelitian yang dialokasikan adalah Rp 2 triliun.‎ Mekanisme penyalurannya, Rp 300 miliar lewat riset dan pengembangan (risbang).

Baca juga :  Soal Larangan Cadar, Nasir : Setiap Kampus ada Aturan Masing-masing
Advertisement

Sisanya Rp 1,7 triliun lewat bantuan operasional PTN. Dijelaskannya,‎ dana riset yang besar harus memberikan manfaat kepada masyarakat. Kalau tidak akan menimbulkan masalah.

“Buat apa penelitian kalau tidak bisa dirasakan manfaatnya buat masyarakat. Saya berharap lima PTN (UI, ITB, Unpad, UGM, dan IPB) ini akan menjadi center point bagi penelitian di Indonesia. Nantinya mereka akan membina PTN lainnya yang jadi mitra,” terang Nasir.

EDUNEWS.ID

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com