Kampus

Pemberian Tunjangan Profesi Dosen Disebut akan Tingkatkan Jumlah Publikasi Ilmiah

 

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Salah satu kebijakan yang diharapkan dapat mendongkrak semangat melakukan penelitian dan publikasi ilmiah bagi dosen dan peneliti di Indonesia adalah dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Permenristekdikti) Nomor 20 Tahun 2017 tentang Pemberian Tunjangan Profesi Dosen dan Tunjangan Kehormatan Profesor.

Permenristekdikti ini mengamanatkan bahwa publikasi ilmiah merupakan salah satu indikator untuk melakukan evaluasi terhadap pemberian tunjangan profesi dosen dan tunjangan kehormatan guru besar. Selain itu Peraturan Menristekdikti Nomor 44 Tahun 2015, yang mendorong mahasiswa S2 dan S3 berpublikasi terindeks global, juga berperan mendorong laju publikasi dimaksud.

Menurut Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M Nasir, keberadaan SINTA (sinta.ristekdikti.go.id) pun ikut mendorong semaraknya publikasi dimaksud. Peran penelitian Peran dari berbagai elemen di dunia penelitian baik di perguruan tinggi maupun lembaga penelitian lainnya sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah internasional Indonesia.

Baca juga :  Kemenristekdikti : Ilmuwan Indonesia Lemah Bahasa Asing
Advertisement

“Pada akhir 2017, target publikasi ilmiah internasional Indonesia jadi 15.000 publikasi,” kata Menristekdikti, Rabu (2/7/2017).

Per 31 Juli 2017, pukul 18. 00 WIB, jumlah publikasi Indonesia di Scopus tercatat pada peringkat ketiga diantara negara-negara ASEAN, dengan urutan Malaysia mencapai 15.985 dokumen, Singapura mencapai 10.977 dokumen, Indonesia mencapai 9.349 dan Thailand 8.204 dokumen.

Hal ini, Nasir mengatakan, tentu sangat menggembirakan ditengah-tengah persiapan bangsa Indonesia dalam menyambut peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-22 yang akan berlangsung di Makassar pada 6-13 Agustus 2017, dengan acara puncak berlangsung pada 10 Agustus 2017.

“Semoga pencapaian ranking ke-3 Indonesia pada pertengahan tahun 2017, yang meningkat dari peringkat sebelumnya di ranking 4 pada 2016, membuat peneliti-peneliti dan akademisi terus terpacu untuk menjadikan Indonesia di posisi puncak pada akhir tahun 2019,” ujar dia.

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com