Kampus

Pemprov Jabar Gandeng Universitas Indonesia, Kembangkan Inovasi Teknologi

Penandatanganan nota kesepakatan kerjasama dilakukan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dan Rektor UI Muhammad Anis di Auditorium Fakultas Hukum UI, Kota Depok, Jum'at (7/4/2017)

DEPOK, EDUNEWS.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggandeng Universitas Indonesia (UI) dalam kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, serta pembangunan di wilayah Jabar. Berbagai hasil riset dan inovasi teknologi UI akan digunakan Pemprov Jabar guna mengolah berbagai kekayaan sumber daya alamnya.

Penandatanganan nota kesepakatan kerja sama itu dilakukan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dan Rektor UI Muhammad Anis di Auditorium Fakultas Hukum UI, Kota Depok, Jum’at (7/4/2017). Heryawan mengatakan, kerja sama tersebut merupakan perwujudan kolaborasi pemerintah, universitas, dan industri (triple helix).

Pemerintah, tuturnya, membiayai berbagai riset dan inovasi kampus yang akan diterapkan dalam pengolahan sumber daya alam Jabar. Inovasi teknologi karya kampus lokal menjadi penting agar sumber daya alam menjadi komoditas ekonomi yang mampu bersaing.‎

Baca juga :  UI Juara Umum Kompetisi Mobil Hemat Energi 2016

“Karena sumber barang mentah, kalau tidak disentuh teknologi tidak menjadi nilai tambah,” ujarnya.

Heryawan menilai, kualitas sumber daya manusialah yang menentukan nilai sumber daya alam yang dimiliki. Untuk itu, pemerintah mesti mendukung penelitian dan temuan kampus terkait kepentingan tersebut.

“Kita menyiapkan sumber daya manusia unggul dengan kampus-kampus yang ada saat ini, anak kita menjadi anak yang terdidik, generasi kita generasi yang terdidik, kemudian sehat pula,” ujarnya.

Generasi yang terdidik serta menguasai teknologi, tutur Heryawan, bakal mampu mengolah sumber daya alamnya untuk kesejahteraan bersama.

Heryawan meyakini betul kemampuan sumber daya manusia yang mumpuni berkorelasi dengan kesejahteraan masyarakat. Dia membandingkan, negara-negara di kawasan utara dengan selatan.

Baca juga :  Tahun 2017, Jabar tak Terima CPNS
Advertisement

Negara-negara di utara, tuturnya, lebih minim sumber daya alam ketimbang di selatan. Namun, negara di kawasan utara justru lebih makmur daripada selatan yang berlimpah sumber daya alam.

“Ada apa gerangan, saya kira jawabannya triple helix,” kata Heryawan.

Negara di utara mengedepankan inovasi dan teknologi sehingga mampu mengolah sumber daya alam yang minim sedangkan negara di selatan justru lebih sering mengekspor dalam bentuk produk mentahnya daripada mengolahnya terlebih dahulu.

Oleh karena itu, Heryawan berharap UI bisa memberikan sumbangsih berupa hasil penelitian dan inovasi teknologinya guna meningkatkan mutu komoditas-komoditas ekonomi Jabar.‎

“Kuncinya adalah sumber daya manusia unggul, mengelola sumber daya alam yang melimpah, hadirlah kesejahteraan,” ujarnya.

Heryawan juga mengatakan, pembangunan industri harus dilakukan dari hulu hingga hilir. Dengan demikian, denyut ekonomi masyarakat terjadi dari mulai produk mentah, pengolahan sampai pemasarannya.

Dia menambahkan, UI mendapatkan tema tertentu dari Pemprov Jabar untuk diteliti, dikaji, dan menghasilkan temuan yang berguna. Pertanian dan kelautan menjadi bidang unggulan Pemprov yang membutuhkan sentuhan penelitian dan inovasi kampus.

Heryawan menuturkan, UI bisa meneliti dan menawarkan inovasi dalam pengelolaan pertanian, perkebunan, dan kehutanan yang dikelolah masyarakat pesisir Jabar.

EDUNEWS.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com