Kampus

Pendakian Tim Ekpedisi Mapala Unair di Denali Terhenti karena Cuaca Buruk

 

 

DENALI, EDUNEWS.ID – Memasuki hari ke-12, tim atlet Airlangga Indonesia Denali Expedition (AIDeX) Unit Kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Airlangga (Unair) belum bisa melanjutkan perjalanan menuju puncak Gunung Mc. Kinley atau Denali karena faktor alam yang tak menentu.

“Kondisi cuaca di kamp sempat berangin, sedangkan di kamp lima laju angin cukup kencang dan berawan. Sementara suhu di ketinggian sana berkisar antara minus 28 derajat Celcius hingga minus 32 derajat Celcius,” ungkap manajer atlet AIDeX Wahyu Nur Wahid seperti dilansir dari laman Unair, Sabtu (10/6/2017).

Wahyu mengatakan, pada Kamis 8 Juni 2017 waktu Alaska, tim masih berada di kamp empat yang terletak di ketinggian 14.100 kaki atau 4.297 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Baca juga :  Antisipasi Kekurangan Insinyur di Indonesia, ITB Buka Prodi Baru

Lebih lanjut ia menambahkan, tim dalam kondisi sehat. Mereka menikmati waktu di kamp empat. “Mereka mengabadikan gambar, berfoto-foto, dan bertukar pengalaman sama pendaki lain. Intinya, mereka melakukan aktivitas di kamp,” tuturnya.

Diprakiraan cuaca di Denali selama empat hari ke depan tak memungkinkan para pendaki untuk melanjutkan pendakian. Cuaca akan dihadapkan pada snow showers hingga whiteout.

Snow showers adalah kondisi anomali di waktu mana hujan, cerah, dan hujan salju datang silih berganti. Sementara whiteout adalah kondisi kabut yang mengakibatkan garis horizon mengabur dan menyebabkan disorientasi arah.

“Kondisi ini bahkan memaksa para pendaki dari kamp lima untuk turun ke kamp empat,” tuturnya.

Baca juga :  Mahasiswa UMY Ramaikan Kejuaraan Internasional JOMC 2016

“Saya mewakili rekan-rekan atlet dan manajemen memohon doanya agar tim tetap dalam kondisi sehat dan cuaca di Denali bersahabat supaya mereka bisa melanjutkan perjalanan, dan kembali dengan selamat,” pinta mahasiswa Ilmu Administrasi Negara tahun angkatan 2011 itu.

Denali bukanlah puncak pertama yang didaki oleh anggota Unit Kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam (UKM Wanala). Empat dari tujuh puncak tertinggi yang telah digapai tim adalah Puncak Carztenz Pyramid (Indonesia/1994), Kilimanjaro (Tanzania/2009), Elbrus (Rusia/2011), dan Aconcagua (Argentina/2013).

Selain ke Denali, ekspedisi ke Vinson Massif di Antartika serta Everest di Himalaya akan menggenapi ekspedisi seven summits anggota UKM Wanala.

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!