Kampus

‘Pendataan Nomor HP dan Medsos Kebijakan Offside’

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID-Sejumlah pihak mengkritik rencana pemerintah yang ingin melakukan pendataan terhadap akun media sosial dan nomor telepon seluler dosen dan mahasiswa.

Anggota Komisi X DPR RI Anang Hermansyah menilai pendataan nomor telepon seluler atau handphone dan akun media sosial dosen dan mahasiswa terlalu berlebihan dan tidak solutif. Bahkan, dia menilai kebijakan tersebut offside dan hanya menambah gaduh ruang publik.

“Gagasan pendataan nomer HP dan medsos dosen dan mahasiswa ini offside. Masalahnya di mana, solusinya apa,” kata Anang dilansir dari republika, Sabtu (9/6/2018).

Selain itu menurut Anang, dari sisi teknis kebijakan tersebut juga akan merepotkan karena pendataan merupakan pekerjaan di hilir.

Baca juga :  Menristekdikti : Perguruan Tinggi Harus Perhatikan Kesiapan Teknologi

“Terlebih, saat ini saja jumlah sivitas akademika di seluruh Indonesia sekitar 8 juta,” katanya.

Mereka terdiri dari 7,5 juta mahasiswa aktif, 300 ribu dosen atau tenaga pengajar dan tenaga non-pendidik ada 200 ribu.

“Pertanyaannya, apakah 8 juta orang itu akan dipantau seluruhnya? Sisi teknis tentu akan sulit dan akan memakan biaya negara yang tidak kecil,” kata Anang.

 

EDUNEWS

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!