Kampus

Pimpinan Fakultas, BEM, Mahasiswa, dan Alumni Farmasi Menyatu Dalam Tudang Sipulung

MAKASSAR, EDUNEWS.ID – Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin menggelar acara Tudang Sipulung Farmasis di Malino, Sabtu (11/1). Acara yang diikuti oleh sivitas akademika Farmasi Unhas ini menjadi ajang silaturahmi dan dialog antara pimpinan fakultas, dosen, mahasiswa, dan pengurus lembaga kemahasiswaan.

Tudang Sipulung dihadiri oleh Dekan Fakultas Farmasi, Subehan SSi MPharmSc PhD Apt, didampingi oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Kemitraan dan Alumni, Dr Sartini MSi Apt. Turut hadir pula ratusan sivitas akademik, baik unsur dosen, staf, alumni, dan mahasiswa mulai angkatan 2010 hingga 2019.

Subehan, Ph.D yang baru dilantik sebagai Dekan pada akhir Desember 2019 lalu ini mengawali acara dengan memaparkan visi dan misi Fakultas Farmasi. Fakultas ini mengemban visi untuk menjadi pusat unggulan dalam pengembangan insani, ilmu pengetahuan dan teknologi dan budaya bidang kefarmasian berbasis Benua Maritim Indonesia.

Baca juga :  Pembangunan Rusun Mahasiswa BTP Diresmikan

“Visi ini sangat penting agar dipahami dan dijiwai oleh seluruh civitas akademika. Kesamaan pemahaman kita akan menjadi gerak bersama dalam memajukan fakultas,” kata Subehan.

Acara dilanjutkan dengan diskusi yang dipandu oleh Anshar Saud SSi MFar Apt, alumni angkatan 1996, yang juga mantan Ketua BEM Farmasi. Diskusi ini diramaikan oleh kehadiran beberapa alumni yang telah berkarir di dunia kerja, termasuk alumni angkatan 1980 dan 1981.

Advertisement

Salah seorang peserta, apoteker Afdal Azis (alumni angkatan 2006) menjelaskan bahwa keberadaan apoteker di Puskesmas sangat dibutuhkan. Afdal yang sedang mengikuti program Nusantara Sehat dan ditempatkan di Puskesmas di Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara ini mengatakan profesi ini tidak bisa digantikan oleh latar belakang ilmu lain.

“Saya mengikuti Nusantara Sehat. Saya menyarankan kepada pihak Fakultas untuk memfasilitasi mahasiswa, khususnya mahasiswa profesi apoteker agar mengikuti magang di Puskesmas,” kata Afdal.

Merespon masukan tersebut, Dekan Farmasi menjelaskan bahwa pihaknya kini sedang menjajaki pelaksanaan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Puskesmas. Koordinasi intensif sedang dilaksanakan dengan Dinas Kesehatan Kota Makassar.

“Sudah ada revisi kurikulum. Nantinya, kami akan kordinasi dengan Asosiasi Perguruan Tinggi Farmasi Indonesia. PKPA selama ini hanya di Apotek, Rumah Sakit dan Industri. Kita akan perluas, sehingga mahasiswa juga akan mengikuti PKPA di Puskesmas, Perusahaan Besar Farmasi, Industri Obat Tradisional, serta Industri Makanan Minuman,” kata Subehan.

Subehan, yang merupakan Dekan termuda di Unhas ini sangat mengapresiasi berbagai saran, ide, dan kritikan. Dirinya berkomitmen akan selalu melibatkan alumni dalam pengembangan Fakultas Farmasi ke depan.(*)

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com