Kampus

PTS yang akan Dimerger akan Diarahkan ke Pendidikan Vokasi

 

 

 

BEKASI, EDUNEWS.ID – Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M Nasir mewacanakan sejumlah perguruan tinggi swasta (PTS) yang akan dimerger diarahkan ke pendidikan vokasi. Hal ini untuk memenuhi target Kemenristekdikti untuk memperbanyak pendidikan vokasi di Indonesia.

Saat ini, pendidikan vokasi hanya 16 persen dari jumlah perguruan tinggi di Indonesia. Jumlah ini sangat kurang mengingat kebutuhan tenaga kerja yang punya kompetensi di Indonesia terus meningkat. Menteri Nasir menargetkan jumlah pendidikan vokasi bisa mencapai 20 persen pada 2018.

“Dunia industri dan usaha terus berkembang. Sertifikasi kompetensi menjadi keharusan bagi tenaga kerja Indonesia yang ingin bersaing baik dalam maupun luar negeri. Karena perguruan tinggi kita sedikit yang menghasilkan lulusan siap pakai, ini yang kami ubah agar pasar tenaga kerja Indonesia tidak dikuasai asing,” beber Nasir di sela-sela peresmian Politeknik Ketenagakerjaan di Bekasi, Jabar, Kamis (26/10/2017).

Baca juga :  Presiden Luncurkan Program Vokasi Industri
Advertisement

Walaupun baru tahap wacana, Nasir mengungkapkan, tengah menggodok regulasi pengalihan pendidikan non vokasi ke vokasi. Dengan demikian PTS yang merger dan dialihkan ke pendidikan vokasi bisa hidup karena tidak kekurangan mahasiswa.

“Bila tuntutan mengarah kepada sertifikasi kompetensi, masyarakat akan memburu pendidikan vokasi,” ucapnya.

Adapun beberapa syarat pengalihan ke pendidikan vokasi antara lain, mahasiswanya ada, jumlah dosen memadai, dan hasil merger perguruan tinggi.

“Perguruan tinggi yang dimerger kan punya aset berupa gedung, mahasiwa, dosen, dan staf. Untuk memenuhi jumlah dosen vokasi, bisa mengambil 50 persen dari kalangan industri,” tandasnya.

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com