Kampus

Rektor Unand Sebut Keberadaan Perguruan Tinggi Asing Mengkhawatirkan

 

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Pemerintah membuka peluang bagi perguruan tinggi asing untuk beroperasi di Indonesia. Menanggapi hal tersebut, Rektor Universitas Andalas Tafdil Husni mengatakan, kebijakan ini memiliki sisi positif dan juga negatif yang harus disikapi oleh perguruan tinggi di dalam negeri.

“Ada positifnya, paling enggak kita harus meningkatkan kualitas kita karena dengan adanya asing itu kita efisien, itu sisi positifnya,” ujar Tafdil ketika ditemui di Kantor Wakil Presiden, Kamis (1/2/2018).

Tak hanya itu, Tafdil juga menilai rencana masuknya universitas asing ke Indonesia dapat menimbulkan sisi negatif. Menurutnya, rencana tersebut dapat membuat minat mahasiswa untuk masuk ke PTN dan PTS dalam negeri menjadi ditinggalkan.

Baca juga :  Tiga Guru Besar akan Berebut Kursi Rektor Universitas Bengkulu

“Sisi negatifnya banyak juga, itu akan membuat PTN kita apalagi PTS yang tidak berprioritas ditinggalkan,” kata Tafdil.

Seperti diberitakan sebelumnya, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir memastikan akan tetap membatasi perguruan tinggi asing (PTA) yang hendak mendirikan kampus di Indonesia.

Rencananya, sebagai permulaan, Kemenristekdikti hanya akan memberikan izin kepada lima hingga 10 PTA. Nasir mengatakan, Undang-undang Nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi telah mengatur akses masuk PTA ke Indonesia.

Kendati demikian, hingga saat ini belum juga ada PTA yang mendirikan kampusnya di Indonesia. Karena itu, Kemristekdikti akan terus mendorong agar PTA bisa masuk ke Indonesia.

Namun, dia mengatakan, perlu ada beberapa hal yang dipertimbangkan agar kualitas dan mutu pendidikan PTA tersebut setara dengan kampus yang berada di negara asalnya. Selain itu, Kemenristekdikti juga sedang mengatur agar PTA yang datang tidak mematikan PTS dan PTN yang telah berdiri.

Baca juga :  Forum Rektor Minta Aturan Masuk Perguruan Tinggi tak Diskriminatif

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!