Kampus

Tahun ini Unpad Luncurkan Dua Prodi Baru

 

 

BANDUNG, EDUNEWS.ID – Universitas Padjdjaran (Unpad) membuka dua program studi (prodi) baru jenjang sarjana. Dua prodi itu dibuka sebagai jawaban Unpad atas tantangan Presiden Joko Widodo saat Dies Natalis ke-60 Unpad.

Kedua prodi itu adalah Bisnis Digital dan Aktuaria. Rektor Unpad Tri Hanggono Achmad mengatakan Presiden Joko Widodo saat Dies Natalis ke-60 Unpad memberikan tantangan. Presiden Jokowi meminta kampus aktif mengikuti perkembangan revolusi teknologi 4.0.

“Oleh karena itu, kami menjawab tantangan tersebut dengan membuka dua prodi itu. Kedua prodi itu dibuka pendaftarannya tahun ini,” ujar Tri dalam jumpa wartawan di Executive Lounge Rektorat Unpad Jalan Dipati Ukur, Kota Bandung, baru-baru ini.

Baca juga :  Menteri Amran Minta Unpad jadi Pencetus Teknologi Pertanian

Prodi Bisnis Digital berada di bawah Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Menurut Tri, Prodi ini sudah direncanakan cukup lama. Di prodi tersebut, pada tahun pertama akan dibuka untuk 40 mahasiswa baru.

Keberadaan prodi ini, kata Tri, juga memerlukan dukungan proses infrastruktur yang cukup kuat. Tri mengatakan, ada dua kepentingan yang terkait di dalamnya, yaitu ekonomi digital dan global, serta mempersiapkan human capital.

“Yang dibangun di dalamnya pengetahuan tentang market place, big data, coding, dan artificial intellegence, dan membangun kekuatan start up,” ucap Tri didampingi Wakil Rektor I Ary Bainus.

Untuk pengajarnya, ucap Tri, akan memanfaatkan profesional di bidang bisnis digital, hukum siber, ilmu komunikasi, teknik informatika, dan bidang ilmu lain yang jadi tren bisnis.

Baca juga :  Jelang Seleksi Masuk, FK Unpad Prioritaskan Siswa di Jabar

Prodi Aktuaria

Prodi kedua, aktuaria, ada di bawah Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Tri mengatakan saat ini, memerlukan kapasitas akurasi menghitung risiko. Ditambah lagi, profesi aktuaris sangat dibutuhkan di industri asuransi, karena masih sedikit jumlahnya.

“Kapasitas yang diterima tahun ini sebanyak 50 orang,” ujarnya.

Lebih lanjut, Tri mengungkapkan tahun ini Unpad tidak menyelenggarakan seleksi mandiri. Tahun sebelumnya, untuk Program Studi Di Luar Kampus Utama (PSDKU) dan sarjana terapan, seleksi masuknya secara mandiri.

“Namun tahun ini, semua melalui Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN),” ujarnya.

Tri menyebutkan seleksi terpusat itu akan mempermudah calon peserta seleksi supaya tidak terlalu banyak mendaftar. Tahun lalu, mereka harus mendaftar di SBMPTN dulu. Pasalnya, hasil SBMPTN dijadikan bahan pertimbangan utama seleksi mandiri.

Baca juga :  UNAIR Siap Terapkan Program WKDS

Tri menyebutkan, calon peserta juga akan fokus dalam mengikuti seleksi. Apalagi kompetisinya akan semakin kuat. Tahun ini, Unpad menerima 6.725 mahasiswa baru.

Jumlah tersebut berasal 2.292 mahasiswa baru atau 34% dari jalur SNMPTN dan 4.433 mahasiswa atau 64% dari SBMPTN. Untuk SNMPTN hanya 51 prodi yang dibuka untuk seleksi. Sementara untuk SBMPTN ada 59 prodi.

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!