Kampus

Ternyata Kopi Berpengaruh pada IPK Mahasiswa, Kok Bisa?

ILUSTRASI

 

 

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Kopi bisa diibaratkan sebagai kawan bagi mahasiswa. Pasalnya, minuman berkafein tersebut dinilai mampu membuat para mahasiswa begadang untuk mengerjakan tugas kuliah yang menumpuk.

Namun, sebuah survei baru menunjukkan bahwa siswa yang minum secangkir kopi atau lebih memiliki nilai rata-rata kelas atau IPK yang lebih rendah daripada yang tidak minum kopi. Kok bisa?

Survei tersebut dilakukan Best Mattress Brand yang melibatkan 1.000 mahasiswa. Dalam penelitian tersebut ditemukan bahwa mahasiswa yang minum kopi lebih dari satu cangkir setiap hari, memiliki IPK yang lebih rendah.

Melansir dari USA Collage, Kamis (31/8/2017), data survei menunjukkan bahwa siswa yang meminum kopi satu cangkir per hari memiliki IPK 3,41. Sementara mahasiswa yang minum dua cangkir kopi per hari mendapat IPK lebih rendah yakni 3,39.

Baca juga :  Ketum PB HMI Dipo Hadiri Pembukaan Kongres XXXII HMI MPO

Angka itu berangsur turun seiring banyaknya cangkir kopi yang diminumnya. Masih berdasarkan data survei, mereka yang minum kopi lebih dari lima cangkir sehari memiliki IPK rata-rata 3,28.

Sementara Asisten Profesor Neurologi Jeffrey Ellenbogen mengatakan, konsumsi kafein dalam sehari-hari dapat mempengaruhi kinerja seorang siswa.

“Jika Anda adalah konsumen kafein sehari-hari atau merasa tak dapat berfungsi tanpa itu, saatnya untuk mengambil langkah besar untuk mengurangi itu dari melihat kualitas tidur Anda,” kata Ellenbogen.

Peminum kopi, kata Ellen, biasanya mengalami kurang tidur. Hal itu, lanjut dia, bisa mengganggu perhatian, relaksasi, dan gangguan memori serta mood seseorang. “Jadi ya itu bisa menyebabkan seseorang melupakan jawaban saat ujian akhir,” katanya.

Baca juga :  Menkop Minta 'Roaster Coffee' Buatan Indonesia Dipatenkan

Namun, kata Ellen, ada perbedaan antara peminum kopi biasa dengan penikmat kopi yang hanya sesekali mengonsumsi minuman berkafein tersebut. Ia mengatakan, secangkir kopi sebelum ujian bisa meningkatkan fungsi kognitif. Namun, seseorang yang mengandalkan kafein dalam hidup sehari-hari tidak berdampak apa-apa.

Bila seseorang telah ketergantungan pada kopi, Ellen justru menyarankan agar meninggalkan minuman berkafein di malam hari. Pasalnya, itulah penyebab utama seseorang mengalami gangguan tidur.

“Jika seorang mahasiswa minum empat atau lima cangkir kopi sehari, mereka mungkin membutuhkan bantuan dari penyedia layanan kesehatan,” tandas Ellen.

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!