Kampus

Tidak Semua Kampus Swasta di Jogja Mampu Bertahan

YOGYAKARTA, EDUNEWS.ID – Kopertis Wilayah V mencatat ada sekitar 106 PTS di Yogyakarta per April 2016. Tapi tidak semua kampus swasta ini bertahan. Salah satunya Akademi Komunikasi Yogyakarta (AKY).

Namanya kurang populer, bahkan situs web mereka masih berplatform blog. Kampus ini mulai sekarat sejak tiga tahun lalu. Di laman pemeringkatan Dikti, AKY menempati posisi ke-2711 dari 3.244 PTN dan PTS seluruh Indonesia.

Gedung AKY terletak di Kompleks PTS Glendongan Babarsari, melewati sebuah gang kecil perkampungan. Kondisi kampus tak terawat. Rumput tinggi, sarang nyamuk dan kecoak, cat gedung mengelupas. Dari jalan besar, kampus ini nyaris tertutupi pepohonan besar.

Meski begitu, di depan kampus, spanduk bertuliskan ‘Penerimaan Mahasiswa Baru Akademi Komunikasi Yogyakarta’ terpampang kendati tanpa keterangan tahun ajaran.

Baca juga :  Dua Pendaki Perempuan Mahitala Unpar Taklukan 5 Puncak Tertinggi Dunia

“Kabarnya dulu sempat ada kuliah online, tapi itu juga tiga tahun lalu. Sudah tidak pernah ada mahasiswa atau dosen lagi. Kadang ada tukang bersih-bersih, tapi itu paling cuma setahun, dua tahun belakangan sudah tidak ada manusianya,” kata Widiya, pemilik warung di dekat AKY.

Sebelum sekarat, kampus dengan jargon “menjadi institusi pendidikan komunikasi terbaik untuk melahirkan jurnalis bermutu dan profesional” ini pernah bekerja sama dengan Kedaulatan Rakyat, koran cetak terbesar di Yogyakarta,.

“Kami sempat bekerja sama beberapa tahun, tapi itu bukan di saat saya menjadi pemimpin redaksi, saya cuma pernah mengajar di sana,” kata Octo Lampito, pemimpin redaksi KR, ketika dikonfirmasi, awal Mei lalu.

Baca juga :  Unjuk Rasa Dosen dan Karyawan Unswagati Ricuh

Octo berkata, ada beberapa wartawan KR dari alumni AKY. Tapi belakangan, mereka melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa “APMD”.

Menurut Octo, pada masa AKY aktif, sekitar 2007-2008, KR memberi beasiswa kepada mahasiswa untuk mendapatkan pendidikan jurnalistik. Octo berdalih, saat ini AKY masih beroperasi meski sedang kembang kempis.

“Masih, kok. Saya belum lama ketemu Pak Bagyo (salah satu pengurus yayasan AKY). Dia cerita katanya putranya penerus yayasan itu sudah tidak berminat, jadi mereka sedang mengalami masa-masa sulitlah sekarang,” kata Octo tetapi berkata tidak punya kontak telepon “Pak Bagyo.”

Octo berkata, ia tidak tahu mengenai izin AKY. Sepengetahuannya, AKY masih aktif sehingga wajar jika namanya masih terdaftar di Kopertis.

Baca juga :  KEREEEN! Mahasiswi Universitas Lampung ini Bikin Air Laut jadi Sumber Listrik

Soal status AKY ini, Bambang Supriyadi menjawab diplomatis. Ia hanya menyebut ada satu kampus swasta yang sekarat dan 2 masuk “ICU” (tak aktif).” Bambang sungkan menyebut nama kampus tersebut karena Surat Keputusan Menristek Dikti soal pembekuan tiga kampus itu belum turun.

“Ada yang sudah kami undang, tapi pengurusnya tidak pernah datang,” ujarnya.

EDUNEWS.ID

Facebook Comments

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!