Kampus

UKT Jadi Penyebab Biaya Kuliah di Jogja Mahal

YOGYAKARTA, EDUNEWS.ID – Kenaikan biaya kuliah dan konsumsi mahasiswa di Provinsi DI Yogyakarta terekam dalam survei Bank Indonesia pada 2016, dimuat dalam Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional DIY 2017, yang menyurvei 650 responden dari kalangan mahasiswa.

Kepala Tim Penasihat Ekonomi dan Keuangan BI Yogyakarta, Sri Fitriani mengatakan salah satu pemicu penaikan biaya kuliah di Yogyakarta adalah menggelembungnya nilai uang kuliah lewat sistem apa yang disebut Uang Kuliah Tunggal, alias UKT, di sejumlah kampus negeri pada 2015. Penaikan signifikan terjadi setelah sistem baru pembayaran uang kuliah itu berlaku di tahun ketiga.

Namun, Fitriani mengingatkan bahwa besaran biaya kuliah ini sesungguhnya beragam. Survei itu mendapati rentang biaya kuliah responden mahasiswa D3 antara Rp400 ribu dan Rp8,8 juta per semester. Sedangkan untuk mahasiswa S1, antara Rp300 ribu dan Rp25 juta per semester.

Baca juga :  Intimidasi Terhadap Penyelenggara dan Narasumber Diskusi, Rektor UII : Upaya 'Pembunuhan' Terhadap Demokrasi
Advertisement

Meski begitu, Fitriani mengatakan bahwa mayoritas responden masih menilai Yogyakarta adalah tujuan favorit kuliah. Alasannya, biaya hidup dan kuliah di Yogyakarta dianggap lebih murah dibanding kota lain, selain fasilitas pendidikannya pun bagus.

Setiap tahun, Yogyakarta memang masih sebagai tujuan favorit puluhan ribu mahasiswa baru. Tahun ini, panitia SNMPTN mencatat ada 55.652 pendaftar yang kepincut ingin kuliah di UGM dan Universitas Negeri Yogyakarta. Tahun lalu, data Kopertis V menyebut jumlah mahasiswa baru di 100 lebih kampus swasta menembus 50-an ribu.

EDUNEWS.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com