Kampus

Wakil Presiden : Universitas di Pulau Jawa Tidak Kuat

JAKARTA, EDUNEWS.id – Wakil Presiden Jusuf Kalla menjawab keluhan ketidakseimbangan pengembangan Universitas di Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa. Pria asal Makassar itu mengatakan, tak semua universitas di Jawa itu kuat seperti yang dikatakan orang.

Pemerintah pusat fokus dalam membenahi pemerataan pendidikan. Namun, pemerintah tak hanya fokus pada perguruan tinggi saja. Sebab, pendidikan dimulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Kalla pun menceritakan pengalamannya saat menjadi Wakil Presiden pertama kali, mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono periode 2004-2009. Saat itu, Kalla menginginkan pembangunan dua Institut Teknik besar di luar Pulau Jawa.

Pilihan lokasi pembangunan jatuh untuk Sumatera dan Sulawesi. Kalla pun menimbang, ada tiga provinsi yang menjadi pilihan untuk pembangunan Institut ini di Sumatera, Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Lampung. Tiga provinsi ini pun disurati untuk pemberian lahan pembangunan.

Baca juga :  Kasus Reklamasi, BEM UI : Pemprov DKI Jangan Memutar Balikkan Fakta!

Sedangkan Sulawesi, pilihan jatuh ke Makassar. Institut ini akan ditopang oleh Universitas Hasanuddin yang tersohor.

“Saya kirim surat ke Gubernur untuk kasih tanah. Tidak ada yang menjawab, tidak ada yang sanggup kasih 50 hektar saja, ini supaya daerah ada partisipasinya,” kata Kalla di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Kalla pun meminta lahan yang dulunya merupakan sebuah pabrik yang telah ditinggalkan empunya. Namun, tak ada balasan surat dari Sumatera.

Bahkan, kata Kalla, Sumatera Utara yang memiliki perkebunan ribuan hektar tak sanggup menyediakan lahan untuk pembangunan. Akhirnya, institut yang setara dengan ITB itu hanya dibangun di Makassar.

“Akibatnya cuma satu yang dibuat, kalau ada fakultas teknik yang terbaik di Indonesia sekarang ada di Makassar,” kata Kalla.

Baca juga :  Impor Pangan, Bukti Pemerintah tak Pro Rakyat

Kalla yang berbicara di hadapan orang sumando, panggilan keluarga perempuan minang terhadap suami yang mempersunting anak mereka, mengatakan masyarakat minang memiliki modal karena kepintarannya. Banyak tokoh dari Minangkabau yang ikut membangun negeri dan memperjuangkan kemerdekaan.

“Saya percaya, tapi sebenarnya tidak semua universitas di Jawa ini kuat, hanya beberapa saja. Kita percaya pendidikan karena itu kan menjadi modal orang minang bisa pintar dan terkenal. Kita harus bisa mempertahankan budaya pendidikan seperti ini,” kata Kalla.

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!