EDUNEWS

WNA Boleh Jadi Rektor PTN, Rektor UNJ : Nasionalisme Taruhannya

JAKARTA, EDUNEWS.id--Pemerintah melalui Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) beberapa waktu lalu mewacanakan akan merekrut Warga Negara Asing (WNA) sebagai Rektor di Perguruan Tinggi Negeri (PTN), dengan alasan untuk menjadikan kampus PTN di Indonesia mampu bersaing dengan kampus di dunia.

Menanggapi rencana tersebut, Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Prof Dr Djaali menuturkan, akan ada risiko besar jika wacana tersebut benar direalisasikan di Indonesia.

“Kita jadi mempertaruhkan perguruan tinggi. Karena perguruan tinggi sendiri bukan hanya menghasilkan SDM yang berintelektual namun juga memiliki kepribadian Indonesia, yaitu nasionalisme,” ungkapnya seperti dikutip dari Okezone, Selasa (7/6/2016).

Orang asing itu, kata Djaali, belum tentu peduli dengan nasionalisme kita sebagai anak negeri serta upaya membangun karakter bangsa.Pasalnya, membangun pendidikan bukan hanya fokus pada skill mahasiswa, tetapi juga pembangunan karakter calon-calon pemimpin masa depan.

Baca juga :  Tingkatkan Kompetensi PTN, Rekrut Rektor Asing Bukan Solusi

“Kalau memang orang asing itu jadi rektor, apa mereka peduli dengan nasionalisme? Apa mereka peduli dengan kepribadian Indonesia?” ujarnya.

Sementara itu, Menristekdikti M Nasir berdalih, beberapa negara seperti China, Arab Saudi dan Singapura juga menempatkan WNA sebagai rektor di kampus-kampus mereka.

Advertisement

“Saudi dulu tidak diperhitungkan. Rangkingnya di luar 500 besar dunia. Tapi sekarang sudah masuk peringkat 200 dunia. Sebut saja King Saud University yang dulu tidak diperhitungkan dunia,” ujarnya.

Namun, untuk merealisasikan ide WNA menjadi rektor PTN tersebut perlu sejumlah rapat konsultasi dengan presiden. Nasir juga menjelaskan saat ini sedang menyiapkan sejumlah infrastruktur serta instrumen untuk perkembangan selanjutnya yang intensif dilaporkan kepada Presiden.

Natsir menjelaskan, wacana WNA menjadi rektor PTN itu dimaksudkan untuk meningkatkan kompetensi di jenjang pendidikan tinggi. Apalagi, saat ini Indonesia telah memasuki era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Dengan begitu kita pun harus siap untuk bersaing secara global.

“Kita memang sudah mengarah ke sana. Namun kapan rencana WNA menjadi rektor PTN ini dilakukan, kami belum bisa memutuskan,” tambahnya.

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com