EDUNEWS

Kawal Perkembangan Karakter Peserta Didik, SMAIT ICM Gunung Geulis Gunakan Grafologi

BOGOR, EDUNEWS.ID– SMAIT Insan Cendekia Madani Gunung Geulis Bogor, Jawa Barat, menggunakan Grafologi untuk mengawal perkembangan karakter peserta didik.

Grafologi merupakan sebuah ilmu menganalisa tulisan tangan. Ilmu ini secara ilmiah dan sudah diteliti dan digunakan di banyak negara maju seperti Eropa dan Amerika.

Direktur Pendidikan ICM Gunung Geulis Kartika Kharismawaty mengungkapkan, ilmu grafologi digunakan untuk mengenali kepribadian atau karakter seorang penulis dan dapat menggali potensi yang ada dalam diri seseorang.

“Grafologi adalah cabang dari ilmu psikologi dalam mata kuliah psikografik dan psikodiagnostik,” katanya ke edunews.id, Jumat (8/5/2020).

Ia menjelaskan, jika Ilmu grafologi telah dikenal sejak berabad-abad yang lalu. Terdapat lebih dari 400 tanda pada tulisan yang dapat kita pelajari untuk mendapatkan hasil keseluruhan dari kepribadian seseorang.

Baca juga :  Indonesia Mengajar : Kualitas Pendidikan Masih Memprihatinkan

Para ahli grafologi dunia mengatakan bahwa ilmu grafologi memiliki ketepatan akurasi dalam mengidentifikasi karakter seseorang mendekati kesempurnaan. Akurasi dalam penggunaan grafologi ini mencapai 90% kesesuaian antara kondisi kejiwaan dan kepribadian seseorang dengan tulisan tangan seseorang.

Tulisan tangan disebut juga tulisan otak atau pikiran (Handwriting is Brainwriting). Hal ini dikarenakan otak atau pikiran menyimpan rekaman hal-hal yang dialami oleh seseorang sepanjang hidup. Apa yang kita tulis, bagaimana kita menulis, kecepatan kita menulis, semuanya itu diatur oleh otak.

“Maraknya kasus bullying atau perundungan serta beberapa kasus bunuh diri dan pembunuhan yang dilakukan anak usia pelajar pernah terjadi di Indonesia bahkan 2020 ini tercatat beberapa kasus bullying muncul dipermukaan,” kata Kartika.

Baca juga :  PPDB, Ombusdman Turunkan Tim Investigasi

Olehnya itu, lanjut Kartika, peran konseling di rumah maupun di sekolah dibutuhkan untuk mendampingi dan memantau perkembangan psikologis mental anak. Grafologi sebagai alat ukur tes yang mudah namun memiliki tingkat akurasi yang tinggi untuk mengetahui kepribadian seseorang.

“Sehingga para orang tua pada umumnya dan para pendidik khususnya bisa menganalisis perkembangan diri anak-anak dan memelajarinya,” papar Grafolog certified USA ini.

Dirinya mengingatkan, beberapa kasus bunuh diri, pembunuhan ataupun bullying yang dilakukan pelajar dan sempat viral di Indonesia? Beberapa peristiwa tersebut melibatkan tulisan tangan mereka baik pelaku maupun korban.

Jika sejak awal kita memelajari dan menerapkan grafologi dalam kehidupan sehari-hari sebagai data pedamping psikologis mereka, maka kejadian-kejadian tersebut bisa kita cegah sejak dini. Hal itu perlu didukung juga peran orang tua dan konselor disekolah pada masa krisis di usia mereka agar mampu membuat solusi dari sebuah permasalahan.

Baca juga :  Ada Sekolah Minta Uang Pangkal Rp 500 Juta, ini Kata Jusuf Kalla
Advertisement


Contoh Kasus Seorang siswi SMP berinisial NF (15) nekat melakukan pembunuhan kepada bocah berinisial APA (6). Pembunuhan terjadi di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2020) lalu
Dalam keterangannya, pelaku (NF) sedang bermain bersama Korban (APA) dan minta tolong ambilkan satu mainan yang sengaja ditenggelamkan NF di bak mandi rumahnya, kemudian NF minta tolong APA untuk mengambil mainan tersebut dan membunuh bocah tersebut dengan cara dtenggelam. Polisi menemukan beberapa bukti curhatan dalam bentuk tulisan tangan dan gambar.

Kartika menjelaskan bahwa dalam tulisan tangan NF juga ditemukan goresan tanda potensi positif yang dapat dikembangkan dikemudian hari sehingga kehidupannya bisa lebih baik diantaranya NF memiliki potensi ide-ide kreatif, memiliki energi, vitalitas dan daya juang yang baik terbukti dengan prestasinya di sekolah tentunya jika potensi positif ini dikembangkan dengan baik maka potensi negatif yang lain berkurang karena tersalurkan dengan hal-hal positif.

Analisa tulisan tangan atau grafologi sangat bermanfaat dan membantu dalam mengetahui kepribadian dan potensi diri seseorang sejak dini sehingga peristiwa yang menimpa NF dapat dicegah sejak dini.
“SMAIT Insan Cendekia Madani Gunung Geulis Bogor sejak awal menggunakan grafologi sebagai tes kepribadian dan perilaku, menggali dan memaksimalkan potensi diri dan penjurusan universitas sejak kelas 10,” kata Kartika.

Menurutnya, jika ditemukan tanda-tanda potensi perilaku negatif pada siswa, maka hal tersebut akan dikomunikasikan kepada Orang Tua siswa sebagai jalur konseling sehingga pola asuh dan penanganan di sekolah dan di rumah diharapkan bisa selaras.

Tak lupa potensi positif dalam diri anak juga harus dikembangkan sehingga dapat tersalurkan dengan baik dan mengikis potensi negatif yang ada.
“Dengan Grafologi, kami bisa mengawal perkembangan karakter peserta didik dengan maksimal,” jelas Kartika. (rls)

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com