EDUNEWS

Kemendikbud Prioritaskan Lima Nilai Pengembang Karakter

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tengah merumuskan konsep sekolah pendidikan karakter. Setidaknya, ada lima karakter utama yang ingin ditanamkan pada pelajar, khusunya jenjang SD dan SMP.

“Pada prinsipnya ada lima nilai utama karakter yang akan menjadi pedoman pelaksanaan PPK (penguatan pendidikan karakter),” kata Staf Ahli Mendikbud Bidang Pendidikan Karakter Arie Budiman, Selasa (20/9/2016).

Ia merinci, masing-masing yakni, nasionalisme, integritas, kemandirian, gotong royong, dan religius. Ia mengungkapkan kelima hal tersebut berdasarkan nilai-nilai Gerakan Nasional Revolusi Mental (GRNM). Serta, karakter yang dibutuhkan untuk masa depan generasi emas bangsa Indonesia.

Namun, Arie mengatakan, setiap sekolah akan diberikan kreativitas untuk mengembangkan nilai-nilai karakter lainnya. Khususnya, sesuai dengan kearifan lokal dan budaya sekolah masing-masing.

Baca juga :  Komisi X Minta Kebijakan Gaji Honorer dari Dana BOS Dikaji Ulang

Arie mengatakan, saat ini konsep PPK sedang dalam tahap pengkajian kebijakan. Yakni, kegiatan-kegiatan konsultasi publik, menghimpun praktik-praktik sekolah yang sudah melaksanakan full day school (FDS) atau sekolah pendidikan karakter, dan persiapan piloting PPK dengan prioritas di jenjang SD dan SMP.

Mantan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta itu menyebut, piloting akan dilaksanakan secara bertahap. Salah satunya dengan memperhatikan ‘keberagaman’ sekolah-sekolah baik berdasar aspek keterwakilan wilayah (kota, pinggiran, desa), aspek inisiatif sekolah/daerah, sekolah pelaksana K13 (kurikulum 2013), aspek akreditasi, perwakilan sekolah negeri dan swasta.

Arie masih enggak menjelaskan teknis pelaksanaan FDS di daerah dan kota.

“Untuk penerapan kebijakan publik, kan kita harus melakukan tahapan kajian yang matang dan memperhatikan keberagaman sekolah-sekolah,” ujar dia.

Baca juga :  Kemendikbud : Belum ada Pencabutan Permendikbud Sekolah Lima Hari

Ia menyebut, pra-piloting pada semester genap tahun pelajaran 2016/2017 sebagai uji coba terbatas. Sementara tahap uji coba akan dilakukan pada tahun pelajaran 2017/2018. Ia berujar, Kemendikbud akan menyiapkan modul pengembangan pelatihan untuk kepala sekolah dan guru.

 

[Republika]

Facebook Comments

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!