EDUNEWS

Komitmen Pemerintah Terhadap Pendidikan Vokasi Dipertanyakan

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Pendidikan vokasi yang menjadi salah satu andalan program pemerintahan Jokowi hingga saat ini tampak belum maksimal. Kebijkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) di tingkat teknis belum menunjukan peta jalan atas komitmen tersebut.

Anggota Komisi  X DPR RI Anang Hermansyah mengatakan hingga saat ini kinerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Ristek Dikti belum menunjukkan arah yang konkret terkait program pendidikan vokasi.

“Khusus untuk Kementerian RistekDikti, hingga tahun kedua pemerintah  ini belum ada langkah konkret yang disusun oleh Menteri Nasir terkait program pendidikan vokasi,” ujar Anang di Jakarta, Jumat (23/9/2016).

Dia menyebutkan dari sisi jumlah sekolah SMK di Indonesia sebanyak 5.545 unit. Namun kondisi tersebut berbeda dengan pendidikan vokasi di tingkat perguruan tinggi yang jauh lebih rendah.

Baca juga :  UMI Anugerahkan Doktor HC kepada Wapres JK

“Hanya 5% jumlah pendidikan vokasi di perguruan tinggi dari total perguruan tinggi se-Indonesia,” ungkap politisi PAN ini.

Anang tidak menampik terdapat sejumlah kendala teknis dalam pemenuhan kuantitas pendidikan vokasi di tingkat perguruan tinggi salah satunya terkait dengan syarat sumber daya pengajar yang minimal harus pendidikan S-2.

“Persoalannya, sangat sulit menemukan akademisi yang S-2 mengajar vokasi. Lazimnya akademisi cenderung text book sedangkan pendidikan vokasi cenderung dinamis dan inovatif,” papar Anang.

Situasi tersebut, sambung Anang, mestinya pemerintah dapat mencari jalan keluar dengan membuat rumusan konkret untuk mengatasi kendala di lapangan.

“Karena pendidikan vokasi ini menjawab kebutuhan kita terhadap SDM yang siap pakai, terlebih di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) ini. Menteri harus kasih solusi,” cetusnya.

Baca juga :  Honorer Harus Diangkat jadi PNS

Lebih lanjut Anang menyebutkan bila dibedah lagi, pendidikan vokasi merupakan hulu dari proses karya intelektual yang berbasis riset dan berujung terhadap supremasi karya intelektual.

“Pendidikan vokasi, karya intelektual serta supremasi karya intelektual merupakan satu sistem yang tidak dapat dipisahkan,” tambah Anang.

Dia mengingatkan agar para menteri terkait dapat mengejawantahkan ide Presiden Jokowi terhadap pendidikan vokasi.

“Presiden telah berkali-kali sampaikan tentang pentingnya pendidikan vokasi. Namum sampai hari ini kita belum mengetahui apa narasi pendidikan vokasi ini dari para menteri,” tandas Anang

Facebook Comments

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!