EDUNEWS

Ma’ruf Amin Sebut Dakwah dan Pendidikan Harus Manfaatkan Teknologi Informasi

Wakil Presiden (Wapres) KH Ma'ruf Amin.

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin mengatakan teknologi tak bisa disebut sebagai pilihan dalam perkembangan pendidikan dan dakwah. Teknologi kata dia, justru menjadi kewajiban dalam proses dakwah dan pendidikan.
Sebab teknologi sendiri kata Ma’ruf saat ini bukan lagi ‘barang sampingan’ melainkan telah menjadi kebutuhan dasar manusia.

“Dakwah dan pendidikan harus beradaptasi dan memanfaatkan teknologi informasi. Hal ini bukanlah suatu pilihan tapi sudah menjadi keharusan, karena sudah menjadi bagian dari kebutuhan dasar masyarakat,” kata Ma’ruf saat memberi sambutan dalam Peringatan Hari Jadi Nahdlatul Wathan ke-68 melalui konferensi video Jakarta, Senin (1/3/2021).

Lagi pula, Islam sebagai agama yang wasathiyah menurutnya memang harus mampu menjangkau secara luas dan dapat berkontribusi positif memberikan kesejukan dan kedamaian kepada masyarakat. Untuk itu kata Ma’ruf, sebagai pusat wasathiyah, metode dakwah dan pendidikan Nahdlatul Wathan (NW) harus diperkuat sejalan dengan era teknologi digital saat ini.

Baca juga :  Tingkatkan Teknis Teknologi Virtualisasi, Aptikom Gandeng VMware

Wasathiyah merupakan ajaran Islam yang mengarahkan umatnya untuk bersikap adil, berimbang, bermaslahat dan proporsional atau juga biasa disebut dengan moderat.

Dalam kesempatan tersebut, Ma’ruf tak hanya menyinggung soal metode dakwah berbasis teknologi di bidang pendidikan, melainkan juga penyiapan sumber daya manusia secara saksama.

“Menyiapkan SDM yang tidak saja unggul, terampil, dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), serta memiliki keimanan dan takwa (imtaq) yang kokoh,” katanya.

Ma’ruf lantas mengingatkan, Nahdhatul Wathan sebagai organisasi yang lahir dari pendidikan pesantren juga perlu memberdayaan masyarakat sesuai dengan misi pesantren, terutama di bidang ekonomi, baik sektor keuangan maupun sektor riil.

“Sebagai misal di sektor keuangan dapat dikembangkan bank wakaf mikro, Baitul Maal wa Tamwil (BMT), dan koperasi Syariah. Sedangkan di sektor riil dapat dikembangkan program One Pesantren One Product (OPOP) yang sudah berjalan di banyak daerah,” tutur dia lagi.

Baca juga :  Jokowi Minta Masyarakat Harus Mementingkan Kualitas Pendidikan

Dia pun berharap agar organisasi tersebut tetap dengan komitmen untuk membangun bangsa dengan berkolaborasi bersama pemerintah dan pihak-pihak terkait.

“Semoga NW semakin kuat dan jaya dalam khittah-nya, dan terus bersinergi bersama pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya dalam membangun negeri,” ujar Wapres Ma’ruf Amin.

Sebagai informasi, Nahdlatul Wathan merupakan organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Organisasi ini didirikan Tuan Guru Kiai Haji (TGKH) Muhammad Zainuddin Abdul Majid pada 1 Maret 1953.

Hingga kini NW mengelola sejumlah lembaga Pendidikan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.

 

 

cnn

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com