EDUNEWS

Menteri Koperasi Apresiasi Program RLH Koperasi Syariah BMI Tangerang

TANGERANG, EDUNEWS.ID –  Menteri Koperasi dan UKM, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga menilai program Rumah Layak Huni (RLH) yang dikembangkan Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (KS BMI) Tangerang bisa menjadi contoh bagi koperasi lain.

“Program bedah rumah dalam bentuk Rumah Layak Huni (RLH) ini menurut saya ide yang orisinil dan bisa menjadi inspirasi best practise (praktek terbaik-red) bagi koperasi lain dalam memberikan manfaat pada anggotanya, apalagi Kemenkop dan UKM saat ini tengah melakukan reformasi total terhadap koperasi yaitu rehabilitasi, reorientasi dan pengembangan koperasi” ujar Menkop Puspayoga, disela penyerahan bangunan RLH kepada psangan Untung dan Itin, anggota KS BMI, di Desa Bojong Kamal, Kecamatan Legok Kabupaten Tangerang, Minggu (18/9/2016).

Selain Menkop dan UKM Puspayoga, acara itu juga dihadiri Bupati Kabupaten Tangerang, Ahmad Zaki Iskandar dan Presiden Direktur KS BMI, Kamarudin Batubara. Menkop Puspyoga semakin kagum melihat kualitas rumah layak yang dibangun koperasi ini tidak sembarangan melainkan memenuhi standar internasional minimal yang ditetapkan UN Habitat (suatu lembaga resmi di bawah PBB).

Baca juga :  100 Perupa Ramaikan Pameran Besar Seni Rupa Kemendikbud Di Manado

Selain membangun RLH, koperasi ini pun memberikan pinjaman kepada anggota dalam rangka memperbaiki saluran air dan sanitasi. Diluar kegiatan usaha pokoknya, sejak bulan Maret 2015 lalu hingga sekarang KS BMI telah berhasil membangun 12 RLH secara gratis bagi anggotanya, baik yang terkena bencana puting beliung, kebakaran maupun memang tidak layak huni. Pembiayaannya bersumber dari sebagian provisi 1 persen yang dikenakan atas pinjaman kperasi yang diberikan. Menkop menegaskan terkait reformasi total koperasi ini, Kemenkop dan UKM tidak membutuhkan kuantitas koperasi, namun lebih mentik beratkan pada kualitas.

“Biarlah koperasi jumlanya sedikit, namun perbanyaklah anggota koperasi dan semakin ditingkatkan kualitasnya, contohnya ya Koperasi Syariah BMI ini yang jumlah anggotanya bisa mencapai 115 ribu orang, yang tersebar di empat Kabupaten di Banten, yaitu Tangerang, Pandegelang, Lebak dan Serang dan ” katanya.

Baca juga :  Jokowi Blak-Blakan Sebut Masih Kalah 9 Persen dari Prabowo

Bupati Kab Tangerang A Zaki Iskandar menyatakan dukungannya terhadap program bedah rumah yang dikembangkan KS BMI ini.

“Apalagi di kabupaten tangreang ini ada sekitar 18 ribu rumah yang tidak layak huni, dimana 5 ribu diantaranya dalam kondisi sangat parah. Karena itu saya harapkan para camat di kab Tengrang ini bisa menjalin kerjasama dengan berbagai pihak khususnya KS BMI ini untuk membuat semacam program bedah rumah ini,” ujar Zaki.

Presiden Direktur KS BMI, Kumarudin Batubara menegaskan, pihaknya berusaha menjalankan koperasi secara ideal dan menjadi jatidirinya koperasi, ditengah banyaknya pengusaha yang berkedok koperasi namun hanya sebagai cara menguntungkan dirinya sendiri.

“Banyak pengelolaan koperasi keluar dari jati dirinya. Terlebih yang bergerak di usaha simpan pinjam, ruh koperasi seolah sudah lepas dari jiwa.Untuk mendeteksi koperasi model tersebut mudah saja. Coba usut siapa saja anggotanya? Karena yang mereka klaim sebagai calon anggota adalah penerima pinjaman. Sedangkan yang dimaksud anggota adalah para deposan atau penyimpan dan ada dalam nilai terntentu. Praktik koperasi yang tak ubahnya bank itu sudah sejak lama menggejala, bahkan ada koperasi model ventura, hanya menyalurkan pinjaman tanpa menerima simpanan,” katanya.

Baca juga :  Mudahkan KUMKM, Kemenkop Luncurkan 'CashCoop'

 

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!