EDUNEWS

Pemerintah Kurang Sosialisasi, Penerima KIP Tak Tahu Cara Menggunakannya

BELITUNG, EDUNEWS.ID – Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Dirjen PAUD dan Dikmas), Harris Iskandar mengatakan sebanyak 17,9 juta kartu sudah dicetak dan sebagian sudah disalurkan pada tahun ini. Namun permasalahan yang kerap terjadi adalah para penerima kartu masih ada yang belum tahu apa yang harus dilakukan terhadap kartu tersebut. Faktornya adalah kurangnya sosialisasi dari Pemerintah Pusat.

Menanggapi hal tersebut, Harris hadir memberikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada 31 siswa di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 19 Tanjung Pandan, Belitung. Hal itu dilakukan untuk menyaksikan sosialisasi bagaimana proses pencairan dana bantuan dari KIP di mobil layanan keliling Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Belitung.

Baca juga :  Guru akan Wajib Bikin Karya Ilmiah

Ia mengatakan, distribusi KIP di Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung, sudah mencapai 91 persen lebih.

“Menurut data online, dari 7.882 penerima KIP di Belitung, sebanyak 91.6 persen sudah menerima KIP,” ujar Harris saat berkunjung ke SDN 19 Tanjung Pandan, Kamis (22/9/2016).
Ia menjelaskan, angka tersebut jauh melebihi capaian distribusi KIP secara nasional.
Selain itu, Harris melanjutkan kehadirannya juga untuk memastikan bahwa penyaluran KIP telah berjalan dengan baik. Karena Presiden Joko Widodo mengamanatkan, tidak ada lagi alasan bagi anak miskin  tidak dapat bersekolah. Program Indonesia Pintar (PIP) menjadi salah satu tanda bahwa pemerintah peduli terhadap pendidikan.
Penyaluran KIP juga merupakan bentuk langkah nyata pemerintah dalam merealisasikan Nawa Cita, dimana salah satunya adalah meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan bagi rakyat Indonesia. PIP merupakan program yang memiliki mekanisme berbeda dengan Bantuan Siswa Miskin (BSM).
Sebelumnya, pada program BSM, data para penerima BSM terdapat di Kemendikbud, sedangkan saat ini data para penerima KIP terpusat di Badan Pusat Statistik (BPS). Hal ini pun sesuai dengan permintaan Presiden agar menggunakan data yang terpadu.
Facebook Comments

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!