EDUNEWS

Pemerintah Rencanakan Sekolah Kembali Aktif, SMAIT ICM Gunung Geulis Siapkan Protokoler Covid-19

BOGOR, EDUNEWS.ID-Himbauan pemerintah pusat untuk meminimalisir penyebaran pandemik Covid-19 diantaranya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sehingga warga diharapkan tetap berada dirumah dan Work Form Home (WFH) atau School From Home (SFH).

Sejak Maret 2020 sekolah-sekolah di Indonesia telah menutup aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) karena ditakutkan terjadi penyebaran Covid-19 secara massif di sekolah. Beberapa kali pemerintahan pusat dan daerah mengeluarkan kebijakan untuk mengulur waktu masuk sekolah dikarenakan masih terus bertambahnya pasien positif Covid-19 dihampir seluruh wilayah di Indonesia.

Namun di penghujung Mei 2020 ini, Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), merencanakan sekolah akan kembali dibuka pada tahun ajaran baru atau pada bulan Juli 2020 mendatang.

Kemendikbud memastikan bahwa pemerintah tidak akan melakukan pengunduran tahun ajaran baru sekolah.
Oleh karena itu, ketika kebijakan membuka kembali sekolah dan proses pembelajaran di kelas akan kembali dilangsungkan, maka ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan.

Baca juga :  Kemristekdikti Bolehkan Supriadi Rustad Tandatangani Ijazah Mahasiswa UHO

SMAIT Insan Cendekia Madani Gunung Geulis yang terletak di Kecamatan Sukaraja Kabupaten Bogor, Jawab Barat terus memantau info terkini dari pemerintahan daerah mengenai jadwal masuk sekolah tahun ajaran baru 2020/2021 karena sekolah ini Berkonsep Asrama atau Boarding School dimana siswa/i nya tidak pulang setiap hari melainkan menginap di asrama sekolah.

Direktur Pendidikan SMAIT ICM Gunung Geulis, Kartika Kharismawaty, M.Pd CMHA mengungkapkan, bersama manajemen sekolah telah mempersiapkan Protokol Covid-19 ketika sekolah dinyatakan mulai aktif oleh pemerintahan.

“Hal ini merupakan bentuk sikap tanggung jawab, memberikan keamanan dan kenyamanan terhadap siswa/i serta ketenangan untuk para orang tua siswa,” katanya dalam keterangannya, Kamis (21/5/2020).

Ia menuturkan, protokol Covid-19 yang berjumlah tiga belas poin dapat diadopsi oleh sekolah-sekolah boarding school ataupun sekolah umum lainnya, diantaranya;

Baca juga :  Menristekdikti Didesak ambil Langkah Tegas Terkait Dugaan Kecurangan Pemilihan Rektor ULM

1.Menyiapkan infrastruktur kebersihan seperti handsanitizer, disinfektan, sabun cuci tangan diberbagai lokasi strategis sekolah.

2.Kedatangan Orang Tua dan Siswa wajib dilakukan Skrining awal berupa pengukuran suhu tubuh di gerbang sekolah dan wajib menggunakan masker.

3.Siswa wajib membawa handsanitizer, masker dan vitamin dalam jumlah banyak untuk persediaan kebutuhan pribadi serta membawa surat pernyataan sehat dari Puskesmas atau Rumah Sakit,

4.Siswa diwajibkan olah raga pagi bersama selama 30 menit sebelum melaksanakan kegiatan belajar di kelas.

5.Staf kebersihan sekolah senantiasa membersihkan ruangan kelas dan melakukan penyemprotan disinfektan setiap hari sebelum belajar dan sesudah belajar.

6.Menerapkan Sosial Distancing di kelas, laboratorium, resto dan masjid.

7.Menunda kegiatan yang mengumpulkan banyak orang atau kegiatan di lingkungan luar sekolah seperti fieldtrip dan outing.

Baca juga :  Gubernur DKI Anies Belum Buka Sekolah di Masa PSBB Transisi

8.Menghimbau seluruh civitas sekolah untuk tidak berbagi makanan, minuman termasuk peralatan makan, minum yang bisa meningkatkan resiko terjadinya penularan penyakit.

9.Menginstruksikan kepada civitas sekolah untuk menghindari kontak fisik langsung seperti bersalaman, cium tangan, berpelukan dan lainnya).

10.Pengecekan kesehatan siswa oleh Dokter sekolah secara berkala.

11.Siswa selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitarnya dengan kegiatan gotong royong.

12.Siswa yang sakit dengan gejala batuk/pilek/demam/sesak napas/sakit tenggorokan tidak diperkenankan masuk kelas dan mengisolasi secara mandiri di kamar khusus. Siswa yang sakit tetap dilayani kebutuhan makan dan obat-obatan.

13.Siswa yang sakit lebih dari 2 hari dengan gejala batuk/pilek/demam/sesak napas/sakit tenggorokan maka siswa akan dipulangkan ke rumah.

“Semoga dengan menjalankan protokol diatas dapat mencegah penularan Covid-19 di sekolah sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan baik,” harap Kartika. (rls)

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com