EDUNEWS

Pendaftaran Subsidi Kuota Gratis Bagi Guru, Siswa, Mahasiswa dan Dosen Diperpanjang, Perhatikan Hal Berikut!

belajar online

JAKARTA, EDUNEWS.ID-Masih ada kesempatan pelajar dan guru mendaftarkan nomor ponselnya untuk memperoleh subsidi kuota internet gratis selama 4 bulan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud).

Melalui akun Instagram resminya, Kemendikbud menyampaikan mereka memperpanjang pendaftaran nomor ponsel pelajar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) hingga Jumat (11/9/2020).

“Pemberian kuota internet tersebut diberikan sesuai dengan nomor yang dimasukkan ke dalam aplikasi Dapodik,” jelas Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Pendidikan Dasar dan Menengah Jumeri pada Selasa (1/9/2020), dilansir dari antara.

Sementara itu, mahasiswa dan dosen bisa memperbaharui data ponsel pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD Dikti). Dengan mendaftarkan nomor ponsel di aplikasi tersebut, peserta didik dan guru bisa memperoleh kuota internet dengan besaran kuota yang bervariasi.

Baca juga :  Pengen Tau Model Pendidikan di Finlandia, Bupati Banyuwangi Datangkan Penggagas 'Dream School'

Untuk siswa, besaran bantuan kuota internet yang diperoleh adalah 35 GB, sedangkan guru 42 GB. Sementara itu, mahasiswa dan dosen mendapatkan subsidi kuota sebesar 50 GB. Rencananya, kuota akan diberikan sejak September hingga Desember 2020.

Penggunaan anggaran Rp7,2 triliun oleh Kemendikbud ini bertujuan untuk mempermudah pelaku pendidikan dalam kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
“Sekarang siswa yang berasal dari keluarga kaya maupun miskin, diberikan bantuan kuota internet. Kami harap dengan bantuan kuota internet tersebut siswa semakin mudah dalam mengakses PJJ secara daring,” kata Jumeri.

Advertisement

Tantangan PJJ Pergantian cara mengajar dari tatap muka menjadi daring merupakan penyebab dari pandemi COVID-19. Namun dalam pelaksanaannya, masih terdapat beberapa kendala saat PJJ. Apabila melihat data dari Kemendibud terkait ketersediaan listrik dan internet pada satuan pendidikan, masih ada 25,5 ribu siswa SD yang memiliki listrik, tetapi tidak punya internet. Bukan hanya itu, 6,6 dari 148,9 ribu siswa SD tidak punya akses listrik dan internet.

Untuk hal tersebut, Kemendikbud sudah menyiasati untuk meluncurkan program belajar dari rumah yang disiarkan oleh TVRI dan RRI. Kemendikbud juga melakukan beberapa upaya untuk mengatasi masalah PJJ, seperti bimbingan teknis daring, program guru berbagi, kurikulum darurat, web seminar, hingga subsidi kuota internet gratis bagi pelajar dan pengajar.

Relaksasi anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) telah dilakukan pula oleh Kemendikbud. Tujuannya agar sekolah bisa memakainya untuk kuota siswa, peralatan pembelajaran, serta peralatan persiapan pembelajaran tatap muka.

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com