Pendidikan

Ajaran ‘Bung Karno’ Didorong Masuk Kurikulum Kampus

Bung Karno/net.

EDUNEWS.ID – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) mendorong ajaran Bung Karno sebagai bapak pendiri bangsa perlu dimasukkan dalam kurikulum pembelajaran disetiap kampus seperti yang sudah diajarkan di Universitas Bung Karno (UBK) Jakarta.

Dirinya menilai, hal ini diperlukan agar mahasiswa memiliki dasar pemahaman yang kuat terkait makna pokok Pancasila, serta kedudukannya sebagai doktrin revolusi anti Nekolim (Neo Kolonialisme dan Imperialisme).

“Mahasiswa merupakan aset bangsa yang akan mengemban tugas besar bagi pemajuan bangsa. Perlu dibekali dengan spektrum pemikiran Bung Karno, agar laku juangnya tidak melenceng dari cita-cita Founding Father,” katanya, Kamis (1/4/2021).

Dalam lanjutan wawancara, dia menjelaskan pemahaman jni dia dapat saat usai mengikuti acara Studi Kader Bangsa (SKB) yang dihelat oleh DPP GMNI di Kota Bogor Jawa Barat, Maret lalu.

“Ajaran Bung Karno tersebut dapat dituangkan ke dalam kurikulum pembelajaran pada setiap Perguruan Tinggi dengan menjadikannya salah satu mata kuliah wajib. Agar dapat diketahui secara luas oleh setiap kawula muda generasi penerus bangsa,” terangnya.

Acara skala nasional yang digelar selama sepekan tersebut membedah Ajaran Bung Karno secara detail dan rinci. Diikuti oleh para Ketua DPC dan DPD GMNI se Indonesia.

Perhelatan dalam rangka Dies Natalis ke 67 GMNI tersebut menjadi kawah candradimuka bagi kader-kader muda GMNI untuk mempelajari lebih jauh tentang Ajaran Bung Karno.

Ajaran Bung Karno sangat mudah dipahami oleh khalayak umum karena memenuhi stan dar dan kaidah baku dalam sistem filsafat ilmu baik secara ontologis, epistemologis maupun aksiologisnya.

“Pancasila merupakan kepribadian bangsa, selain falsafah negara, ideologi pemersatu, serta way of life atau pandangan hidup bangsa. Kurikulum pendidikan sebaiknya mengacu pada falsafah resmi negara. Tidak menjiplak dari konsepsi pemikiran asing agar pemikiram generasi muda kita tetap on the track dalam rel perjuangan kebangsaan,” tutur mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Malang.

(*)

To Top
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com