Pendidikan

Akhir Pekan, 5 Permainan Tradisional yang Menarik untuk Diajarkan ke Anak

EDUNEWS.ID – Libur akhir pekan, waktunya untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Buat kamu, para orangtua bisa mengajak anak-anak untuk bermain.

Berbicara tentang bermain, ada banyak jenis permainan yang bisa kamu pilih selain menawarkan gadget untuk bermain. Ada permainan tradisional yang menarik untuk dicoba.

Cobalah untuk mengajak anak-anak bermain permainan tradisional. Lewat permainan tradisional, anak-anak bisa mempelajari pengetahuan, keterampilan, dan sikap.

Selain itu, permainan tradisional bisa juga dapat mengembangkan aspek pengembangan moral, nilai agama, sosial, bahasa, dan fungsi motorik.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut beberapa jenis permainan tradisional yang bisa kamu coba untuk bermain bersama anak-anak usia dini.

1. Petak umpet

Permainan petak umpet bisa kamu coba di sekitar area rumah. Ajak anak untuk mengeksplorasi ruang-ruang atau area di rumah.

Baca juga :  Kemendikbud 'Ngotot' Terapkan Sekolah Lima Hari

Dalam bermain petak umpet, ada nilai-nilai tentang keberanian, interaksi sosial, dan fisik yang bisa dipelajari. Keinginan anak untuk bersembunyi akan mendorong anak lebih otonom untuk mengeksplorasi lingkungan di sekitarnya.

2. Congklak

Permainan congklak adalah permainan yang menggunakan media papan dan biji-biji yang beraneka ukuran. Untuk memainkan congklak, diperlukan dua orang.

Selain belajar mengelompokan benda berdasarkan bentuk atau membedakan besar kecil, permainan yang dimainkan dua orang ini juga mengajarkan anak aspek sosial, emosional, dan moral agama.

3. Kelereng

Permainan lainnya yang terbilang murah meriah tetapi punya nilai positif adalah kelereng. Kamu bisa ajak anak untuk bermain kelereng di area rumah.

Saat bermain kelereng, anak-anak akan belajar tentang fokus dan presisi, analisis peluang, dan komunikasi. Permainan kelereng bisa dilakukan lebih dari satu orang.

Baca juga :  Di Era Jokowi, Ini Capaian Terbesar Kemendikbud

4. Engklek

Permainan engklek juga menarik untuk dicoba. Kamu cukup memiliki kapur untuk menggambar area permainan, pecahan genteng/batu, dan sebidang area yang berukuran 3×3 meter.

Engklek dimainkan oleh anak laki-laki dan juga perempuan. Engklek bisa dimainkan oleh dua orang saja dan maksimal lima orang.

Medan permainan engklek terdiri dari dari sembilan kotak yang terdiri dari tiga buah kotak horizontal, lalu disambung tiga kotak vertikal, setelah itu tambah satu kotak di atasnya dan terakhir dua kotak di horizontal.

Satu persatu pemain melompati kotak tersebut dari awal hingga terakhir menggunakan satu kaki. Jika kaki terjatuh, kamu harus menaruh pecahan genteng di salah satu kotak terakhir sebagai tanda untuk mengawali giliran.

Baca juga :  Kemendikbud : Belum ada Pencabutan Permendikbud Sekolah Lima Hari

5. Lompat tali

Permainan lompat tali akan menguji ketangkasan anak. Anak akan diajak untuk bermain melompati tali yang terbuat dari karet atau tali tambang.

Kamu bisa membuat tali sendiri dengan karet. Caranya, kamu cukup menyambungkan satu persatu karet hingga panjang dan setelah itu diikat ujungnya.

 

 

 

kmp

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com