Pendidikan

Bahas Peluang dan Tantangan UMKM, Unhas Gelar Seminar Nasional Fintech

MAKASSAR, EDUNEWS.ID – Universitas Hasanuddin melalui Pusat Unggulan Microfinance bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 6 Sulawesi, Maluku, Papua (Sulampua) dan Startup Fintech menyelenggarakan Seminar Nasional Financial Technologi (Fintech). Tema seminar ini adalah “Peluang dan Tantangan Bagi Industri Keuangan dan UMKM di Kawasan Indonesia Timur”. Kegiatan ini berlangsung di Microfinance Center Unhas, Kampus Tamalanrea, Makassar, Senin (13/01)

Turut hadir dalam kegiatan Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi (Prof. dr. Muh. Nasrum, Ph.D), Ketua Pusat Unggulan Microfinance Unhas (Prof. Dr. Gagaring Pagalung, S.E., M.Si. Ak.,CA), Direktur Pengawasan OJK Regional 6 Sulampau (Dany Surya Sinaga), para pemateri, dan tamu undangan.

Seminar ini dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi Unhas. Dalam sambutannya, Prof. dr. Muh. Nasrum Massi, Ph.D., mengatakan bahwa Unhas sangat mendukung kegiatan pengembangan pengetahuan dan keterampilan sivitas akademik secara khusus, dan peserta umum.

Baca juga :  Santri Ma'had Aly Diminta Aktif Menulis

Unhas saat ini memiliki banyak produk inovasi yang sedang dalam proses hilirisasi. Prof. Nasrum berharap, perusahaan-perusahaan startup dan fintech yang hadir dalam kegiatan ini bisa bersinergi, sehingga produk Unhas itu siap diterima oleh Industri.

“Kegiatan ini dapat menambah wawasan dan keterampilan dosen maupun mahasiswa agar bisa memanfaatkan teknologi untuk hilirisasi produk yang dihasilkan,” jelas Prof Nasrum.

Prof. Dr. Gagaring Pagalung, S.E., M.Si. Ak.,CA sebagai Kepala Pusat Unggulan Microfinance Unhas menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk edukasi bagi pelaku UMKM maupun sivitas akademik. Fintech merupakan hal baru, sehingga perlu ada edukasi untuk menghindarkan para pelaku ekonomi terjebak pada praktek ilegal.

Menurut Prof. Gagaring, perkembangan fintech saat ini sangat pesat, namun dari perkembangan pesat ini ada beberapa masalah yang ditimbulkan seperti penggunaan data dan manipulasi data nasabah bagi fintech yang ilegal.

Baca juga :  Kemenag : 99 persen Masyarakat Menolak Full Day School

“Ini menjadi perhatian kita dalam memberi rekomendasi bagi industri keuangan terutama dalam membenahi tata kelola dan memperketat izin bisnis fintech,” jelas Prof Gagaring.

Pusat Unggulan Microfinance sebagai salah satu Center of Excellent di Unhas merasa kegiatan ini penting. Saat ini perkembangan fintech ilegal yang menyasar kalangan UMKM mulai mengkhawatirkan. Bentuk kerugian yang terkadang muncul adalah bunga pinjaman sangat tinggi, cara penagihan yang kasar dan cenderung mengintimidasi.

Dalam kegiatan ini dihadirkan beberapa pembicara seperti Dani Surya Sinaga (Direktur Pengawasan Regional 6 Sulampau), Peter Febian (Head of Corpirate Communication PT Digital Yinshan Technology), Eric Fernando (PT. Glotech Prima Vista), dan beberapa pemateri lainnya. Hadir pula beberapa fintech nasional seperti Ladang Modal, Ada Pundi, Do It, dan Goana.

Baca juga :  Wacana Soal Esai di UN 2018 Ditolak Pelajar

Kegiatan yang dihadiri kurang lebih 150 peserta dari kalangan akademisi dan beberapa asosiasi seperti ICSB (International Council for Small Business) Indonesia, IMA (Indonesia Marketing Association). Hadir juga kalangan UMKM seperti Posko, Mutiara timur, SEI, dan Gen Bi. Seminar berlangsung hingga pukul 16.00 WITA.(*)

 

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com