Pendidikan

Direktur Madrasah Minta Maaf Terkait Soal Berbau Kekerasan dan Pornografi pada UAM

Direktur Pendidikan Madrasah M. Nur Kholis Setiawan

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Ujian Akhir Madrasah (UAM) telah selesai pada Jumat, (9/12/2016). Namun, UAM ini menyisakan persoalan menyusul beredarnya soal ujian Madrasah Ibtidaiyah di Kabupaten Bogor pada mata pelajaran Bahasa Sunda karena memuat narasi yang dinilai mengandung unsur kekerasan dan pornografi.

Direktur Pendidikan Madrasah M. Nur Kholis Setiawan menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Dia mengaku sudah melakukan penelusuran dan mendapatkan klarifikasi dari penyusun soal yang tergabung dalam Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kabupaten Bogor. Sebab, penyusunan soal UAM memang dilakukan oleh KKMI Kabupaten/Kota setempat.

“Direktorat Pendidikan Madrasah selaku penanggung jawab pembinaan madrasah meminta maaf kepada masyarakat bahwa ada hal-hal yang tidak pas dalam konteks kehidupan kekinian. Ini akan menjadi bahan koreksi secara serius untuk perbaikan di masa mendatang,” terang M. Nur Kholis Setiawan, di Jakarta, Senin (12/12/2016).

Baca juga :  Ombudsman Kaji Pendidikan Gratis di Aceh

“Tim kami sudah memanggil penyusun soal untuk klarifikasi dan juga sudah memberikan sanksi untuk tidak terlibat dalam penyusunan soal dalam satu tahun ke depan,” lanjutnya.

Agar kejadian yang sama tidak terulang, Direktorat Pendidikan Madrasah (Ditpenmad) akan menerapkan sistem kontrol berlapis dalam proses penyusunan soal, mulai dari Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag, Kasi Pendidikan Madrasah Kab/Kota, lalu ke KKM yang ada di seluruh Indoensia. Proses kontrol ini juga akan melibatkan pengawas madrasah sesuai dengan tugas dan fungsinya.

“KKM sebagai wadah komunikasi ke depan harus berkoordinasi intensif dengan Pengawas, Kankemenag, dan Kanwil. Selain itu, akan dilakukan juga pembinaan dan supervisi berjenjang Kab/Kota hingga provinsi,” tegasnya.

Baca juga :  Serapan KIP Santri Rendah, Kemenag Permudah Regulasi

Menurut Guru Besar UIN Sunan Kalijaga ini, pihak KKMI Kabupatan Bogor juga sudah menyampaikan klarifikasi secara tertulis. KKMI meminta maaf kepada masyarakat Bogor atas beredarnya soal tersebut.

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!