Pendidikan

Dorong E-Deposit Perbukuan Terwujud di 2018

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Ketua Umum IKAPI, Rosidayati Rozalina, mengatakan rra digital sesungguhnya dapat menguntungkan masyarakat perbukuan. Dengan demikian, IKAPI bersama Perpusnas akan duduk bersama untuk mendorong terwujudnya sistem e-deposit (deposit elektronik) di 2018, yakni penyerahan file perbukuan nantinya dapat dilakukan dalam bentuk digital. E-deposit juga akan mempermudah penataan data base dunia perbukuan di Indonesia.

“Saya di IKAPI paling sedih kalau bertemu dengan masyarakat perbukuan di luar negeri, ditanyakan berapa buku yang terbit, kemudian yang best seller, kami selalu tidak punya datanya,” ungkap Rosidayati dalam sebuah diskusi di sela-sela Indonesia International Book Fair (IIBF) 2017, di Jakarta, Ahad (10/9/2017).

Sistem deposit elektronik juga akan mempermudah banyak pihak untuk melakukan riset dan monitor perbukuan.

Baca juga :  DPR Setujui Tambahan Anggaran Rp 50 miliar untuk Perpusnas

“Misal, untuk memantau naikturunnya tren buku dan literasi. Jika dikawinkan dengan penjualan buku akan powerfull sekali untuk menjadi data industri,” kata Rosidayati.

Meski memasuki era digitalisasi buku, Rosidayati tetap meyakini bahwa keberadaan buku cetak tidak akan kehilangan penggemarnya. “Buku punya kelebihan, ada rasa tersendiri memegang buku fisik, sedangkan buku digital harus memiliki gawai, dan harus ada listrik jika mau membaca,” jelasnya.

Buku digital diakuinya memiliki kelebihan dari sisi kemudahan untuk mengawasi konten buku itu sendiri. Seperti yang banyak ditemukan konten- konten negatif di buku-buku pelajaran.

“Kalau di buku cetak mungkin konten negarif bisa terlewat, tapi kalau sudah ada digitalnya akan lebih mudah mengawasi konten,” jelas dia.

Baca juga :  Hasil UKG 2015, Kompetensi Guru Di DKI Jakarta Berada Diurutan Ketiga

Ketua Pengurus Harian Yayasan Obor Indonesia (YOI), Kartini Nurdin, mengatakan era digital adalah sebuah keniscayaan, tidak terkecuali untuk dunia perbukuan. Hal itu membuat YOI juga mengikuti perkembangan teknologi tersebut.

Dari 1.500 judul yang diterbitkan, sebanyak 50 persen dari buku yang diterbitkan pihaknya telah memiliki versi digital. “50 persen sudah kami digitalisasikan,” kata Kartini.

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com