Nasional

Edukasi Kurban Telur di Padang, Guru: Ajarkan Murid Arti Sebuah Keikhlasan

PADANG, EDUNEWS.ID – SDN 18 Lapai Kota Padang mengedukasi para siswa dan siswinya untuk berkurban pada hari raya Idul Adha.

Pihak sekolah mewajibkan murid-murid berkurban masing-masing dengan tiga butir telur ayam. Guru Agama SD N 18 Lapai Erman Pelani mengatakan pihak sekolah ingin mengajarkan langsung arti berkurban kepada para murid.

“Jadi, setiap siswa-siswi kita wajibkan membawa tiga hingga lima butir telur ke sekolah. Berkurban telur ini juga bertujuan untuk mengajarkan kepada siswa-siswi arti sebuah keikhlasan,” jelas Erman, di Padang, Kamis (8/8/2019).

Erman menjelaskan telur yang dikumpulkan siswa tersebut akan dibagi-bagikan kepada warga di lingkungan sekolah. Terutama kepada keluarga siswa yang kurang mampu dari segi ekonomi.

Baca juga :  Jokowi : Penggunaan Dana Haji harus Hati-hati

Selain edukasi berkurban, saat penyaluran telur kepada masyarakat kurang mampu ini kata Erman juga menjadi kesempatan buat para siswa bersilaturahmi dengan masyarakat di sekitar sekolah. Ia berharap para siswa dapat belajar banyak dari kurban telur ini. Mulai dari pemahaman sunnah berkurban, arti berbagi, arti ikhlas, peka dan menjaga hubungan baik dengan lingkungan. Erman mengatakan pihak sekolah memilih telur untuk edukasi kurban di sekolahnya karena dinilai tidak terlalu memberatkan para murid.

“Kita memilih telur, alasannya karena telur termasuk harga yang sangat terjangkau bagi siswa-siswi, dan tidak terlalu memberatkan,” kata Erman.

Pada kesempatan yang berbeda Ketua Pengurus Masjid Raya Sumatra Barat Yulius Said mengingatkan umat Islam agar melaksanakan kurban bagi yang mampu.Yulius menyebut hukum kurban adalah sunat muakad. Yakni sangat dianjurkan bagi yang mampu.

Baca juga :  Empat Siswa SMA Indonesia Raih 4 Medali di Olimpiade Informatika Dunia

Meski tidak wajib, Yulius menyebutkan perintah nabi agar umat Islam yang mampu berkurban. Bila umat Islam sudah mampu berkurban tapi tidak melaksanakan kurban, Nabi Muhammad SAW melarang untuk mendekati rumah ibadah.

“”Hadis nabi menyebutkan, pada hari itu dia mampu berkurban, tapi dia tidak berkurban, jangan dekati masjid. Kurban tidak wajib, sunat muakad, sedikit saja di bawah wajib bagi yang mampu. Masyarakat harus pahami ini,” ucap Yulius.

rpl

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!