Pendidikan

Empat Madrasah di Kabupaten Bandung Tak Bisa Ikut UNBK, ini Penyebabnya

 

 

BANDUNG, EDUNEWS.ID – Kementerian Agama mengharuskan semua Madrasah Aliah (MA) negeri maupun swasta mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada tahun ini.

Namun, di Kabupaten Bandung masih ada empat MA swasta yang belum bisa melaksanakan UNBK dengan alasan tak memiliki fasilitas komputer. Keempatnya juga mengalami persoalan jaringan internet karena masih daerah blank spot.

“Kami berusaha melakukan berbagai ikhtiar agar semua MA di Kabupaten Bandung bisa melaksanakan UNBK sampai 100 persen. Namun, ternyata masih ada empat MA swasta yang masih akan melakukan UN dengan kertas dan pensil,” kata Ketua Kelompok Kerja Madrasah Aliyah MAN 1 Bandung, Iis Sofia Almawahib. Iis mengungkapkan itu di ruang kerjanya, Jalan Raya Laswi Ciparay, Senin (1/1/2018).

Baca juga :  Ini Penjelasan Pemda Gowa Soal Tidak Siap Laksanakan UNBK

Dia menambahkan, Kabupaten Bandung hanya memiliki dua MAN yakni MAN 1 Bandung yang dulu bernama MAN 1 Ciparay dan MAN 2 Bandung yang awalnya bernama MAN 1 Majalaya.

“Sedangkan ratusan MA berstatus swasta, dengan jumlah siswa yang rata-rata sedikit. Kalau dirata-ratakan satu MA memiliki siswa antara satu atau dua kelas,” ujarnya.

Tujuh kabupaten

Dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, kata Iis, ada tujuh kabupaten yang belum bisa melaksanakan UNBK 100 persen termasuk Kabupaten Bandung.

“Di Kabupaten Bandung tersisa empat MA swasta tidak bisa UNBK dari semula 13 MA. Empat MA swasta ini memang sudah sangat sulit untuk diarahkan ikut, dengan alasan kondisi fasilitas komputer atau tak ada jaringan internet (blank spot),” ujarnya.

Baca juga :  Muhadjir Pastikan Ujian Paket C Setara dengan Sekolah Formal

Padahal, ada MA di dekat kantor Pemkab Bandung di Soreang yang tetap saja tak mau ikut UNBK.

“Kalau Soreang ya tidak ada alasan blank spot, namun tetap saja tak mau ikut. Padahal, MA swasta bisa bergabung ke MAN, MA swasta, atau SMA/SMK yang menggelar UNBK. Bisa juga meminjam dulu fasilitas milik SMP/MTs,” kata dia.

Apalagi rata-rata jumlah siswa MA swasta sedikit sehingga sangat memungkinkan untuk berhabung.

“Misalnya, MA Bina Insan Mulia di Gading Tutuka 2 di Kecamatan Cangkuang, sudah menyediakan satu server dan 10 komputer dengan jumlah siswa 23 orang. Sehingga hanya dua sesi UNBK, sedangkan sesi tiga bisa diisi MA lain,” ujarnya.

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com