Pendidikan

FSGI Sebut Banyak Guru tak Punya Visi Kebangsaan

Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti

 

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Pendidikan Pancasila di kalangan siswa saat ini dinilai kurang. Untuk itu, pendidikan Pancasila perlu dihidupkan kembali. Akan tetapi, hal itu perlu diimbangi dengan penguatan kapasitas guru dalam menyampaikan pendidikan Pancasila, antara lain dengan menanamkan perspektif kebangsaan.

Hal tersebut disampaikan Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti. Dia menilai, kenyataan di lapangan banyak guru yang tidak mengembangkan visi kebangsaan.

“Ini dipengaruhi sejak calon guru berada di lembaga pendidikan,” ujarnya, Rabu (31/5/2017).

Retno menuturkan, dirinya pernah mendapati dalam sebuah seminar yang diselenggarakan lembaga pendidikan tenaga keguruan, salah satu narasumbernya berasal dari salah satu organisasi massa (ormas) yang ditengarai menyebarkan paham intoleransi dan anti-Pancasila.

Baca juga :  Program Sekolah Gratis di Jember Bikin Sekolah Swasta Bingung

Untuk itu, dia meminta pemerintah juga memperhatikan sekolah guru. Pasalnya, cara pandang guru terhadap nilai-nilai Pancasila akan diajarkan kepada siswa di sekolah.

“Jika gurunya sudah memiliki pandangan yang sesat, akan berimbas kepada anak didiknya,” katanya.

Menurutnya, untuk guru mata pelajaran kewarganegaraan, harus diberi pemahaman mengenai sikap cinta pada bangsa dan negara, serta berpegang pada Pancasila dan UUD 1945.

“Guru PKN (pendidikan kewarganegaraan) harus beri pemahaman jika dalam mendidik siswa dia harus berpegang pada Pancasila dan Konstitusi, bukan pada kitab suci agamanya. Itu bukan tugasnya dan berpotensi menyesatkan,” jelasnya.

EDUNEWS.ID

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com