Pendidikan

Hari Pertama KBM, Sibuk Cari Kelas hingga Celana Kedodoran

ILUSTRASI

 

 

NUNUKAN, EDUNEWS.ID – Sejumlah kejadian menarik tersaji pada hari pertama proses belajar mengajar di sekolah dasar (SD) di Nunukan, Senin (10/7/2017). Banyak murid baru yang terlihat kaku. Mereka tak ingin berpisah dengan orang tuanya.

Alhasil, ruang kelas yang seharusnya diperuntukkan bagi murid juga diisi orang tua. Seperti yang terlihat di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 005 Nunukan. Saat itu, ada murid baru yang enggan ditinggal orang tuanya.

Guru lantas mengizinkan orang tua mendampingi anak selama proses pengenalan. Selain itu, ada pula murid baru yang sampai menangis minta pulang. Beberapa murid yang terlihat masih mengantuk merasa tidak nyaman dan memilih berbaring di pangkuan ibunya.

Baca juga :  Pengumuman PPDB tak Jelas

Berbagai cara orang tua membujuk anaknya agar dapat kembali ke bangkunya. Ada yang digendong, ada pula yang terus membujuk dengan menjanjikan barang kesukaannya.
Seperti yang dirasakan Julian Pratama (6). Menurut ibunya, Sri Ardianti (32), sejak semalam anaknya terlihat begitu semangat untuk ke sekolah.

Sejak malam, pakaian yang digunakan dan buku-buku yang dimiliki semuanya yang serbabaru.

“Ya, begitulah anak-anak. Tidak sabar mau sekolah dan lihat teman barunya,” ungkap Sri.

Namun, ketika di sekolah, Julian sudah ingin cepat pulang. Alasannya, masih malu dan belum punya teman. Sri mengaku membujuk anaknya dengan berjanji membelikannya sepeda agar mau kembali ke bangkunya.

Advertisement

Lain lagi yang dialami Fahrun (41), ayah Farhan (7). Dia terlihat masih sibuk mencari nama kelas anaknya.

“Dari tadi saya cari namanya. Kok, tidak ada. Namun, saya sudah daftar ulang juga. Mungkin belum ditulis atau bagaimana, ya?,” ujarnya.

Belum sempat sampai di ruang guru, seorang staf sekolah memanggil Fahrun dan menunjukkan nama anaknya.

“Ternyata di kelas 1B. Saya kira bukan nama anak saya tadi,” ujanya sembari tertawa.

Lain Julian dan Farhan, lain pula Arman (7). Celana sekolah yang dikenakannya sedikit kedodoran. Sebab, tali pinggang digunakan rusak sehingga tidak mampu menahan celana yang digunakan.

“Iya, Pak. Memang bukan celananya. Punya abangnya. Yang dia punya disimpan ibunya. Kami tidak tahu disimpan di mana. Makanya pakai yang ada saja,” ujar Mita (27), tante Arman.

Kepala SDN 005 Nunukan Muhammad Jasmin Gerin mengatakan, suasana seperti itu sering terjadi setiap tahun ajaran baru.

“Makanya, ibu atau bapak murid itu kami minta masuk di kelas juga. Sekalian mendampingi anaknya yang masih baru dan perkenalan dengan wali kelas anaknya,” jelas Jasmin.

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com