Pendidikan

IGI Nilai Syarat Kelulusan Sertifikasi Guru Minimal 80 Menjadi Keharusan

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Ikatan Guru Indonesia (IGI) setuju dengan kebijakan baru Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada program program sertifikasi guru tahun 2016 ini. Salah satunya adalah peningkatan batas nilai syarat kelulusan sertifikasi guru menjadi minimal 80 (dari nilai tertinggi 100). Lonjakan penambahan batas nilai ini cukup tinggi, karena sebelumnya batas nilai syarat kelulusan sertifikasi guru hanya 42.

Ketua Pusat IGI, Muhammad Rahim Ramli mengatakan nilai syarat kelulusan sertifikasi guru minimal 80 melalui Pendidikan dan Pelatihan Profesi Guru (PLPG) menjadi sebuah keharusan.

“PLPG merupakan pintu masuk untuk mendapatkan Tunjangan Profesi Guru (TPG) dan kini pemerintah meminta standar 80 dan itu seharusnya menjadi sebuah keniscayaan,” ujarnya Sabtu (24/9/2016).

Baca juga :  Kemendikbud Kucurkan Rp 19,8 miliar untuk 220 Sekolah

Ia melanjutkan, banyak guru-guru yang telah menerima TPG hampir 10 tahun masih bermasalah. Hanya 6,1 persen dari 2,69 juta guru yang dinyatakan lulus UKG dan tak perlu belajar lagi. Sementara 93,9% diantaranya harus melalui diklat berupa daring dan luring.

“Dulu pemerintah telah berbaik hati memberikan standar rendah hanya 42, namun masih banyak guru-guru penerima TPG yang bermasalah. Lalu mengapa kita ingin memberikan ruang kepada mereka yang berkemampuan rendah untuk mengisi formasi sertifikasi guru? ” kata Rahim.

Ia juga menjelaskan, pada tahun ini pemerintah menargetkan nilai Uji Kompetensi Guru (UKG) diangka 65, tahun 2017 diangka 70, tahun 2018 diangka 75, tahun 2019 diangka 80 dan terdapat lebih dari 2,5 juta guru yang harus dilatih agar mampu mencapai target 80 di tahun 2016.

Baca juga :  DPR Minta Sosialisasi Sekolah Lima Hari Harus Jelas

“Mengapa untuk PLPG kita harus menolak angka 80? PLPG 80 justru menjadi keharusan, cukuplah 2,5 Juta guru ini yang diurusi oleh pemerintah untuk ditingkatkan kemampuannya, bukan menambah beban pemerintah dengan menerima mereka yang tak layak menjadi guru lalu memaksa mereka mempersiapkan masa depan bangsa,” jelasnya.

Agar mencapai hal tersebut, IGI mengajak seluruh guru untuk meningkatkan kemampuannya. IGI siap menggelar seminar, pelatihan uji coba, dan ujian guru berbasis komputer.

“Sudah saatnya kita berhenti menyalahkan pemerintah, mengkritik dan meminta pemerintah membatalkan standar tinggi yang sudah seharusnya diterapkan. Kami terus bergerak. Kami mengajak seluruh guru untuk meningkatkan kemampuannya melalui seminar, pelatihan uji coba, dan ujian guru berbasis komputer yang dilaksanakan IGI,” ajak Rahim.

Baca juga :  Siswa Pilih Menikah daripada UNBK, ini Kata Wabup

Saat ini, IGI sedang menjalani Road Show Literasi Produktif di 15 Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan sebagai upaya peningkatan kompetensi guru. Mulai dari Makassar, Maros, Pangkep, Barru, Pare, Pinrang, Sidrap, Palopo, Luwu Utara, Luwu Timur, Wajo, Bone, Takalar, Jeneponto, Bantaeng dan hari ini di Bulukumba.

Facebook Comments

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!