Pendidikan

Ikut UN, Siswa di Sorong harus Hadapi Tingginya Gelombang Laut

SORONG, EDUNEWS.ID – Sejumlah siswa SD di wilayah Distrik Segun, Kabupaten Sorong, Papua Barat, harus naik perahu menyeberangi derasnya gelombang laut demi untuk mengikuti Ujian Nasional (UN). Tidak sendiri, para peserta turut ditemani guru dan orang tua yang ikut menginap di lokasi ujian.

Pelakanaan UN yang berlangsung selama 3 hari, dari tanggal 15-18 Mei 2017, mengharuskan puluhan peserta ujian di Distrik Segun merasakan beratnya perjalanan untuk mencapai lokasi ujian.

Lokasi ujian di Distrik Segun berada di Segun Kampung. Di SD YPK Segun tersebut terdapat 6 wilayah yang melaksanakan ujian diantaranya SP 1 Segun, SP 2 Segun, SP 3 Segun, Gisim, Waimon dan Segun Kampung.

Murid yang mengikuti ujian sebanyak 36 orang dari jumlah peserta yang terdaftar sebanyak 37 orang. Dari jumlah peserta ujian yang ada, sebagian besar peserta ujian berasal dari luar Segun Kampung.

Baca juga :  Gaji Guru PAUD di Sulut Hanya Rp 100 Ribu per Bulan

Letak wilayah yang terpisah antar pulau, mengharuskan para peserta menyeberangi lautan menggunakan long boat untuk tiba di lokasi ujian.

“Peserta ujian sudah ada sehari bahkan dua hari sebelum ujian berlangsung,” ungkap Said Rahakbauw, pengawas monitor ujian dari Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Sorong saat berbincang bersama dengan Radar Sorong, di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Sorong, Senin (22/5/2017).

Tidak hanya sendiri, para peserta ditemani oleh orang tua dan guru serta kepala sekolah dari masing-masing sekolah menuju lokasi ujian. Orang tua yang tiba di lokasi ujian, turut membawa berbagai persediaan selama menemani anak murid melaksanakan ujian.

Said Rahakbauw mengatakan, 4 jam merupakan waktu terlama menuju tempat ujian, dengan melewati darat lebih dulu lalu menyusul dengan menggunakan long boat milik warga. Sebelum melintasi lautan, pasang surut ait laut turut diperhitungkan, oleh karena itu peserta telah tiba jauh hari sebelum ujian berlangsung.

Baca juga :  Sekolah Swasta di Kaltim Ancam Tak Gelar UN

Melewati perjalanan yang cukup jauh, turut menambah biaya yang tidak sedikit. Para orang tua murid harus berpatungan untuk biaya bahan bakar yang digunakan untuk long boat. Sementara saat berada di lokasi ujian, para orang tua dan peserta ujian telah disediakan tempat tinggal dari para panitia ujian.

“Panitia sudah sediakan tempat tinggal, tapi ada juga yang tinggal di keluarga masing-masing,” jelas Said.

Perjalanan yang menegangkan tersebut, tidak hanya dirasakan para siswa saat ujian berlangsung. Beberapa siswa bahkan merasakan perjalanan tersebut hampir setiap hari di waktu sekolah berlangsung.

Long boat yang digunakan, berasal dari warga yang terkadang dengan senang hati mengantarkan para murid tersebut untuk menimbah ilmu.

Baca juga :  Sekolah Lima Hari hanya Bikin Kegaduhan

Menurut Said, selama melakukan tugas sebagai pengawas monitor ujian dibeberapa wilayah di Kabupaten Sorong, wilayah Segun merupakan wilayah ujian terberat yang dilihatnya.

Namun, tantangan tersebut tidak lantas memutuskan semangat belajar dari setiap anak murid. Bahkan hal tersebut menunjukkan kepedulian yang sangat tinggi dari orang tua terhadap pendidikan.

JPNN | EDUNEWS.ID

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com