Pendidikan

Ini Tanggapan Legislator Soal Dimulainya Tahun Ajaran Baru

anggota Komisi X DPR RI, Reni Marlinawati

 

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Pada Senin (17/7/2017) ini, tahun ajaran baru 2017/2018 resmi dimulai di seluruh jenjang pendidikan dari PAUD hingga SLTA. Awal ajaran baru ini diharapkan menjadi titik awal bagi para anak didik untuk menempa ilmu dan pengalaman belajar di sekolah dengan baik.

“Peran orang tua, guru dan lingkungan menjadi faktor penting untuk memastikan anak didik dapat belajar dengan baik,” kata anggota Komisi X DPR RI, Reni Marlinawati kepada edunews.id, Senin (17/7/2017).

Wakil Ketua Umum DPP PPP itu mengatakan, tradisi di awal tahun ajaran baru berupa masa orientasi siswa (MOS) harus sesuai dengan misi awal yakni memperkenalkan lingkungan sekolah, sistem belajar dan aturan main belajar di sekolah.

Baca juga :  Kang Dedi : Siswa ke Sekolah Boleh Tidak Pakai Seragam

“MOS sama sekali bukan ajang perundungan (bulying) bagi siswa baru apalagi berupa latihan fisik serta kekerasan fisik. Pihak sekolah harus memastikan tidak ada tindakan kekerasan baik fisik maupun psikis kepada siswa baru,” ujar Reni.

Reni meminta pihak sekolah, orang tua dan masyarakat harus mengontrol dan mengawasi proses MOS agar benar-benar sesuai maksud dan tujuan di awal. Penerapan zonasi saat pendaftaran peserta didik baru (PPDB) menjadi salah satu biang kekisruhan penerimaan siswa baru di sejumlah daerah.

Advertisement

“Tujuan adanya zonasi dalam PPDB memang bagus, di antaranya agar adanya pemerataan peningkatan kualitas sekolah di setiap wilayah. Namun, penerapan sistem zonasi ini bukan pula cara bim salabim yang langsung akan menjadikan sekolah akan lebih maju,” ujar Reni yang merupakan Ketua Fraksi PPP DPR RI itu.

Peran pemerintah untuk memastikan memberikan dukungan dan perhatian terhadap sekolah secara merata juga harus dilakukan secara konkret. Praktik penganakemasan terhadap sekolah tertentu harus ditiadakan.

“Pemerataan dan penyebaran tenaga pendidik yang berkualitas juga harus dilakukan agar transfer pengetahuan dan tradisi baik dapat berjalan dengan efektif,” katanya.

Terkait rencana implementasi full day school yang terakomodasi melalui Permendikbud 23/2017 yang belakangan ditunda penerapan hingga terbitnya peraturan presiden baiknya memang rencana tersebut tidak perlu diteruskan kembali. Bila program tersebut dimaksudkan untuk pembentukan karakter anak didik, masih banyak cara yang lebih ramah dan kompatibel dengan sosiologis masyarakat Indonesia.

“Kita harus akhiri rencana program yang hanya menguras energi produktif kita itu,” pungkasnya.

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com