Pendidikan

Kemendikbud : 75 persen Sekolah Siap UNBK

 

 

DEPOK, EDUNEWS.ID – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengklaim 75% sekolah pada jenjang pendidikan menengah dan sederajat siap menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun ajaran 2017-2018. Jumlah siswa yang mengikuti UN tahun ini juga meningkat sekitar 400.000 orang, ketimbang tahun lalu menjadi 8 juta siswa.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud Totok Suprayitno menyatakan, tidak ada perubahan aturan dan mekanisme baru dalam pelaksanaan UN 2018. Hanya siswa sekolah dasar yang tidak melaksanakan UN.

Kendati demikian, pada tahun ini, siswa SD akan menjalani Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN). “Tahun lalu UNBK hanya 50,9 persen,” ujar Totok dalam Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) di Pusdiklat Kemendikbud, Depok, Selasa (6/2/2018).

Baca juga :  PGRI Dorong Pemerintah Beri Perhatian Serius Terhadap Nasib Guru Honorer

Ia menjelaskan, ada 16 provinsi yang 100% siap menyelenggarakan UNBK pada jenjang SMA, 17 provinsi untuk jenjang SMK dan 6 provinsi pada jenjang SMP. Provinsi yang 100% mampu menggelar UNBK di antaranya DKI Jakarta, Aceh dan DI Yogyakarta.

“Pemerintah tidak bisa memaksakan semua harus UNBK. Tapi kami terus berusaha mencari solusi, termasuk dengan sharing resources. Pembelian komputer baru bukan berarti untuk UNBK saja. Setelah itu, bisa dijadikan metode pelajaran,” katanya.

Mata pelajaran yang diujikan pada UN juga tidak berubah, yakni Matematika, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dan mapel tambahan khas jurusan. USBN bisa digelar setelah atau sebelum UN tergantunf kesiapan masing-masing sekolah.

Baca juga :  Ini Pertimbangan Muhadjir Terapkan Sekolah Lima Hari

“Materi soal 90 persen berupa pilihan ganda dan 10 persen essai dibuat oleh guru.Kepala dinas pendidikan menjadi pengawas keseluruhan,” ujarnya.

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud Hamid Muhammad mengatakan, pelaksanaan UN di daerah 3T terus bertambah. Kemendikbud menyedikan dana yang tidak sedikit untuk mengurus sebanyak 15.000 daerah berstatus sangat terpencil.

“Tahun ini menyediakan Rp 75 miliar untuk membangun pendidikan di daerah pinggiran. Termasuk di antaranya membantu menyediakan alat penunjak UNBK,” katanya.

Facebook Comments

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!