Pendidikan

Kemendikbud: Kalender Akademik Kami Upayakan tidak Merugikan Mahasiswa

ilustrasi

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengupayakan penyesuaian kalender akademik selama masa pandemi Covid-19 tidak akan merugikan mahasiswa di seluruh perguruan tinggi di Tanah Air. Misalnya, masa studi untuk mahasiswa yang mendekat ambang batas studi atau “drop out” diperpanjang selama satu semester.

“Untuk kalender akademik kami upayakan tidak merugikan mahasiswa. Dengan menyesuaikan metode pengajaran, mata kuliah, termasuk masa studi,” kata Pelaksana tugas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud, Prof Nizam, dalam rapat dengar pendapat umum secara daring dengan Komisi X DPR di Jakarta, Rabu (22/4/2020).

Dalam rapat dengar pendapat daring yang dipimpin Wakil Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian itu, Nizam menjelaskan masa studi untuk mahasiswa yang mendekat ambang batas studi atau “drop out” diperpanjang selama satu semester. Kemudian pembelajaran juga diubah menjadi pembelajaran daring.

Baca juga :  Seminar Program Kerja, Mahasiswa KKN-DK UIN Alauddin Makassar Siap Mengabdi untuk Desa Bissoloro

Wisuda maupun pengambilan sumpah dokter dilakukan secara daring.

“Untuk dokter muda yang melakukan co-ass, itu harus menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang lengkap. Sehingga tidak membahayakan nyawa dokter itu,” tutur Nizam.

Nizam juga menghimbau agar perguruan tinggi dapat memudahkan atau tidak mempersulit pembelajaran selama pandemi Covid-19.

Untuk karya tulis akhir tidak harus berupa pengumpulan data primer di lapangan atau laboratorium.

Metode dan waktunya bisa beragam dan fleksibel sesuai bimbingan dari dosen pembimbing. Nizam juga mempersilakan perguruan tinggi untuk mengatur kembali jadwal dan metode ujian dengan memperhatikan situasi dan kondisi di kampus.

Sedangkan untuk pembayaran biaya kuliah mahasiswa baru yang lulus Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Nizam menyebut terdapat tiga kesepakatan dengan para rektor PTN yakni penundaan pembayaran, pengurangan uang kuliah tunggal, atau jika membutuhkan diarahkan untuk menerima KIP Kuliah.

Baca juga :  Guru Diingatkan untuk tidak Malas Mengajar

“Itu sudah kesepakatan kami dengan Majelis Rektor PTN (MRPTN),” ujar Nizam lagi.

 

 

rpl

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com