Pendidikan

Kemendikbud : Penolakan Sekolah Lima Hari tak Berdasar

 

 

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Staf Ahli Mendikbud Bidang Pembangunan Karakter Arie Budhiman mengatakan kekhawatiran sekolah madrasah mati karena implementasi sekolah lima hari sebenarnya tidak berdasar.

“Kemendikbud sebenarnya ingin data riil madin mana saja yang terdampak kebijakan sekolah lima hari. Tetapi sampai sekarang belum ada,” jelasnya, Sabtu (12/8/2017).

Mantan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta itu mengatakan di Jakarta pemberlakuan sekolah lima hari sudah berjalan kira-kira sejak 2008. Dia mengatakan tidak ada masalah apa-apa di Jakarta selama ini. Termasuk dengan madrasah diniyah yang ada di wilayah DKI Jakarta.

Terkait dengan madin yang menjadi ekstrakurikuler pilihan siswa, dia mengatakan tidak perlu dipersoalan berlebihan. Dia menjelaskan siswa sebaiknya diberikan kebebasan memilih ekstrakurikuler sesuai dengan bakat masing-masing.

Selain itu anak-anak juga masih memiliki orangtua, yang pasti mendampingi anak-anak dalam menentukan pilihan ikut ekstrakurikuler apa. Dia berharap tidak tergesa-gesa menyimpulkan bahwa ketika dibuka secara bebas, anak-anak lebih memilih ekstrakurikuler olahraga, musik, atau sejenisnya ketimbang madin.

“Tetapi kalau anak itu bakatnya ada di seni. Terus seminggu full ikut madin saja, kan tidak seperti itu,” kata dia. Arie sendiri mengaku belum menerima draft Perpres PPK. Dia berharap segera ada titik temu lintas kementerian. Sehingga bisa segera disahkan oleh Presiden Joko Widodo.

Facebook Comments

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 08114167811

Copyright © 2016-2017 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Close