Pendidikan

Kemendikbud Ralat Buku IPS SD Berisi Jerusalem Jadi Tel Aviv

 

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meralat konten buku Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Kelas VI Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) Kurikulum 2006.

Konten yang diralat yakni ibu kota Isralel berubah dari Jerusalem menjadi Tel Aviv. Pemberitahuan ralat konten buku tersebut akan segera disebarluaskan ke sekolah-sekolah melalui dinas pendidikan setempat.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Kabalitbang) Totok Suprayitno dalam jumpa pers di kantor Kemendikbud mengatakan, ralat tersebut sejalan dengan sikap politik luar negeri Indonesia yang tidak mengakui penjajahan, sesuai dengan Pembukaan UUD 1945 Alinea I.

Dengan demikian, upaya penguasaan Jerusalem oleh Israel yang diawali pada Perang Arab-Israel 1948 dinilai tidak sesuai dengan konstitusi negara Indonesia. “Indonesia sejak awal mempunyai komitmen dan konsisten mendukung kemerdekaan Palestina dan tidak mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel,” ucap Totok, Kamis (14/12/2017).

Baca juga :  Tambahan Pagu SMA dan SMK Negeri di Gresik Diprotes

Ia menjelaskan, berdasarkan pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 8 Tahun 2016 tentang Buku yang Digunakan oleh Satuan Pendidikan menyebutkan bahwa buku teks pelajaran maupun buku nonteks pelajaran harus sejalan dengan nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945, dan norma positif yang berlaku di masyarakat.

Untuk menjamin pemenuhan nilai-nilai dan standar kriteria buku, pelibatan semua pelaku dan pemangku kepentingan sebagai ekosistem perbukuan menjadi yang utama.

Ia menuturkan, penilaian atas kriteria kelayakan buku teks pelajaran maupun buku nonteks pelajaran diajukan oleh penerbit kepada Kemendikbud atau Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Setelah naskah buku selesai dibuat penulis, lalu masuk tahap penelaahan. Para penelaahnya berasal dari perguruan tinggi.

Baca juga :  Disdik Sulsel Prioritaskan Beri Perlindungan kepada Siswa Korban Pungli

“Naskah ditelaah, lalu diberikan ulasan atau dikaji, diedit, dan ada uji keterbacaan oleh para guru, kemudian baru ditetapkan sebagai buku pelajaran oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan,” ujarnya.

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com