Pendidikan

Kesenjangan Biaya Pendidikan Masih Tinggi

Wakil Presiden, Jusuf Kalla

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla menyoroti biaya pendidikan di Indonesia. Pemerintah ingin menghilangkan kesenjangan biaya pendidikan antara sarana pendidikan swasta dan yang dikelola pemerintah.

“Memang kalau tidak kita hati-hati bisa jadi ada dua kasta pendidikan negeri dan kasta pendidikan premium yang bayar mahal,” ujar JK dalam sambutannya pada pembukaan Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (KONASPI) VIII, di hotel Grand Sahid Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (12/10/2016).

Biaya sekolah di kota-kota besar, menurut JK, sudah terlampau mahal. Padahal, uang tersebut bisa digunakan untuk membantu sekolah di daerah terpencil

“Kalau tidak, anak sekolah dari orang kaya pergi ke sekolah premium. Ada di sini (Jakarta) sekolah uang mukanya Rp 300 juta sampai Rp 500 juta. Bisa bangun satu itu sekolah di daerah, iya, kalau kita tidak naikkan ini, mutu sekolah-sekolah yang ada maka bisa terjadi kasta. Tentu juga kita harus perbaiki,” terangnya.

Baca juga :  Tahun ini, Guru Dilarang 'Nyambi'
Advertisement

Tidak hanya itu, perbedaan mutu pendidikan di setiap daerah juga menjadi perhatian JK. JK mengatakan ada perbedaan semangat dan budaya belajar mengajar di setiap daerah.

“Padahal gurunya sama-sama S1 tamatan FKIP atau negeri. Ini yang berbeda spirit dan budaya belajar mengajar di suatu daerah. Inilah kita atur pertukaran guru dan kepala sekolah untuk tingkatkan minat itu,” ucapnya.

“Jadi tujuan kita bersama bukan lagi hanya memenuhi bagaimana pendidikan dasar, tapi bagaimana pendidikan bermutu yang harus kita berikan,” pungkas JK.

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com