DAERAH

Ketua PGRI Sulsel Nilai Gaji Honor Viral di Bone Bagian dari Perjuangan Guru Honorer

Ketua PGRI Provinsi Sulsel, Prof Hasnawi Haris

MAKASSAR, EDUNEWS.ID – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Sulawesi Selatan, merespon pemecatan honorer atas nama Hervina di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 169 Desa Sadar, Kabupaten Bone yang terjadi beberapa waktu lalu.

Ketua PGRI Provinsi Sulsel, Prof Hasnawi Haris mengatakan, guru honorer yang mengunggah honornya ke media sosial tersebut merupakan hal yang wajar. Ia menganggap ada gaji honorer yang lebih rendah yang berada didaerah lain.

“Menurut saya menguploud honor di sosial media lalu tanpa target tertentu, ya tidak ada masalah. Jangankan honor seperti itu, bisa jadi ditempat lain honornya lebih rendah dari itu nah ini yang menjadi persoalan,” kata Hasnawi, dalam acara dialog di TVRI, Selasa (17/2/2021).

Lanjut Hasnawi, yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor 1 Bidang Akademik itu, menilai jika niatnya untuk mengingatkan kepada pemerintah daerah maupun pusat terkait kondisi kehidupan guru honorer, itu pantas mendapatkan diapresiasi, dikarenakan salah satu bentuk perjuangan guru honorer.

“Saya sebenarnya satu perspektif, kalau teman kita ini menguploude honornya dalam rangka untuk menggiring opini atau mempengaruhi pemerintah bahwa benar-benar kondisi guru honorer itu merasa dizolimi tidak mendapatkan posisi yang terhormat, bagi saya itu biasa-biasa saja dan menurut saya ini perjuangan yang harus kita dukung,” tuturnya.

“Tetapi kemudian honorer itu mengupload misalnya honornya untuk kepentingan tertentu nah ini yang kita anggap (persoalan). Kita harus sebenarnya menghentikan politisasi dalam bidang pendidikan, karena kalau ini yang terjadi kita tidak akan menemukan percepatan pencapaian kualitas pendidikan yang kita harapkan yang terjadi malah pro kontra kita main sosial media dan itu tidak produktif,” tambahnya.

Dirinya berharap, kepada guru honorer yang berada di Indonesi khususnya di Sulsel, untuk terus mencerdaskan kehidupan bangsa, demi masa depan Indonesia yang lebih baik dan kejadian tersebut tak terulang kembali lagi dibidang pendidikan.

“Dengan kembalinya ibu Helvina ke sekolah itu mengajar seperti semula bagi kita di PGRI itu sudah tutup buku. Kita berharap kejadian seperti ini tidak terjadi lagi, dengan harapan tentu, guru honorer untuk fokus bekerja, mendedikasikan fikiran, waktunya, tenaganya untuk mencerdaskan anak bangsa,” harapnya.

(tas)

To Top
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com