Pendidikan

Kondisi Pendidikan Anak-Anak di Perbatasan RI-Malaysia Memprihatinkan

 

 

 

ENTIKONG, EDUNEWS.ID – Tinggal di wilayah perbatasan tentu memiliki tantangan tersendiri. Begitu juga yang dialami oleh siswa siswi di Kecamatan Entikong, yang merupakan wilayah perbatasan RI dengan Malaysia.

Untuk berangkat ke sekolah, anak-anak di bawah umur itu umumnya mengendarai sepeda motor, padahal hal itu sangat berbahaya. Pihak keamanan setempat terus melakukan sosialisasi kepada para orang tua agar tak mengizinkan sang anak mengenadari sepeda motor.

“Diperbatasan Entikong, peran aktif dari orang tua juga sangat diharapkan supaya tidak membiarkan anak-anaknya membawa kendaraan roda dua ke sekolah,” ungkap KBO Lantas Polres Sanggau, Ipda H Manurung, baru-baru ini.

Persoalan pendidikan lainnya di wilayah perbatasan yaitu, minimnya sarana dan prasarana sekolah. Seperti yang terjadi di SDN 03 Sontas, Kecamatan Entikong. Sekolah ini memiliki halaman sekolah yang rusak.

Baca juga :  Ombudsman Yogya : Pengaduan Sektor Pendidikan Tertinggi

Hal ini tentu mengganggu jalannya aktivitas belajar mengajar, terlebih saat musim hujan datang. Para murid dan guru akan kesulitan melakukan upacara bendera serta kegiatan olahraga.

Advertisement

Selain melakukan sosialisasi bahaya berkendara roda dua bagi anak di bawah umur, Polres Sanggau juga menggelar bakti sosial dengan membagikan alat tulis bagi siswa kelas satu hingga enam dan memperbaiki halaman sekolah yang rusak serta cat bangunan yang mulai memudar.

“Besar harapan kami bantuan yang tidak seberapa besar itu bisa membantu kelancaran pendidikan anak-anak,” jelasnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Sekolah Dasar Negeri 03 Sontas, Halijah mengaku bersyukur dengan adanya bantuan dari Polres Sanggau itu. Alat-alat tulis jelas membantu bagi anak-anak di sekolah ini.

Tidak hanya itu, bangunan sekolah yang sudah mulai memudar warnanya juga dipercantik dengan warna baru, bahkan halaman sekolah yang rusak juga ditimbun dengan tanah agar tidak menganggu aktivitas anak-anak.

“Jelas sangat beryukur, karena kami tidak ada biaya untuk mengecet sekolah yang sudah pudar warnanya. selain itu halaman juga kondisinya memprihatikan,” pungkas Halijah.

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com