Pendidikan

Menag Minta Penerapan Full Day School Tidak Dipaksakan

MENTERI AGAMA, LUKMAN HAKIM SAIFUDDIN

 

 

 

YOGYAKARTA, EDUNEWS.ID – Terkait penerapan sistem pembelajaran delapan jam sehari selama lima hari alias Full Day School (FDS) di tahun ajaran baru ini, Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin angkat bicara.

Ia berharap, sistem pembelajaran tersebut tidak dipaksakan untuk diterapkan secara merata ke seluruh sekolah. “Saya berharap mudah-mudahan itu bukan kebijakan yang harus diwajibkan secara merata,” kata Menteri Lukman di Yogyakarta, Selasa (8/8/2017).

Menurut dia, apabila kebijakan lima hari sekolah tersebut diterapkan dan diwajibkan ke seluruh lembaga pendidikan, akan banyak pihak yang keberatan. Khususnya, kata dia, di kalangan madrasah diniyah atau pondok pesantren (Ponpes).

“Madrasah diniyah dan ponpes kita, para kiyai, ulama kita akan sangat berkeberatan karena kebijakan itu akan mempengaruhi sistem pendidikan dan pengajaran yang telah dikembangkan di ponpes selama puluhan tahun,” ungkapnya.

Baca juga :  Mendikbud : Semua Sekolah harus jadi Favorit

Ia melanjutkan, jika kebijakan tersebut tetap diterapkan, siswa bahkan wali murid harus diberi keleluasaan dalam memilih apakah mereka bersedia atas penerapan program tersebut atau tidak.

“Saya kira itu akan lebih arif daripada dipaksakan, namun kenyataannya mendapatkan resistensi sangat tinggi,” kata dia.

Menurut Menteri Agama RI yang baru dilantik sejak 2014 tersebut, pemerintah sebetulnya tak pernah menekankan lima hari sekolah selama delapan jam per hari. Melainkan, kata dia, pemerintah lebih menekankan pada pendidikan karakter.

“Itu yang ditekankan sesungguhnya adalah penguatan pendidikan karakter. Poinnya bukan pada lima hari sekolah,” tegasnya.

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com