Pendidikan

Miris, Guru dan Kepsek di Sumba Timur Hanya Lulusan SMA

ILUSTRASI

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Ketersediaan guru di daerah-daerah terpencil masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerataan pendidikan di Tanah Air. Di sisi lain, keberadaan guru yang kompeten akan menghasilkan anak didik yang berkualitas. Minimnya guru yang kompeten salah satunya dialami oleh empat kabupaten di Sumba. Pasalnya, hampir dua per tiga guru di sana hanya lulusan SMA.

“Kondisi di sana sebagian besar guru tamatan SMA. Apalagi sekarang SPG sudah tidak ada. Perekrutan tidak berjalan baik, sehingga akhirnya merekrut mereka yang ada di desa,” papar Wakil Bupati Kabupaten Sumba Timur, Umbu Lili Djangga dalam diskusi pendidikan di Kemendikbud Jakarta, Rabu (7/12/2016).

Tak hanya guru, 42 persen kepala sekolah (kepsek) di Sumba juga merupakan lulusan SMA. Sedangkan 60 persen guru yang bekerja di Sumba bukan merupakan PNS, dan tidak memiliki kualifikasi yang dibutuhkan.

Baca juga :  USBN jadi Tanggungjawab Sekolah
Advertisement

“Padahal seharusnya kompetensi guru itu lulusan sarjana. Akibatnya kemampuan mengajar rendah,” sebutnya.

Kompetensi guru dan kepala sekolah yang rendah, lanjut Umbu, berpengaruh terhadap capaian nilai peserta didik, seperti dalam ujian nasional (UN). Belum lagi masalah literasi siswa yang masih rendah.

“Kemampuan literasi siswa di kelas rendah terbatas karena guru senior justru mengajar di kelas atas untuk persiapan kelulusan. Itulah beberapa kondisi yang terjadi hampir di seluruh wilayah Sumba,” tambahnya.

 

Sumber : Okezone

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com