Beasiswa

Pendaftaran Beasiswa Kemenag dan ATN Dibuka

Penandatanganan MoU antara ATN dan Kementerian Agama Indonesia

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Kementerian Agama bekerjasama dengan Australian Technology Network of University (ATN) menawarkan skema beasiswa jenjang studi S-3 bernama MoRa-ATN Research and Innovation Scheme (MoARIS). Program beasiswa ini baru dimulai tahun 2017 dan telah dibuka pendaftarannya hingga 22 Mei 2017 mendatang.

Skema beasiswa MoRa-ATN Research and Innovation Scheme (MoARIS) memberikan peluang bagi staf dan tenaga pendidik di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) untuk mengikuti pendidikan S-3 di lima universitas anggota ATN.

Mereka adalah Queensland University of Technology (QUT) di Brisbane, University of Technology of Sydney (UTS), RMIT University di Melbourne, University of South Australia (UniSA) di Adelaide dan Curtin University di Perth.

Baca juga :  Begini Penjelasan Kemendikbud Terkait Pakaian Nadiem di Pelantikan Rektor UI

Adapun bidang studi yang ditawarkan dalam skema beasiswa MoARIS ini meliputi 11 bidang riset unggulan yang meliputi global bio-economy, data science, digital media technologies, energy technology and infrastructure, future industries, future industries; entrepreneurship; innovation and strategy, accountability, regulation and governance, business process managemen in governance and leadership, health determinant and health system, chronic disease and aging and STEM Education.

Country Manager Australian Technology Network of Universities (ATN) untuk Indonesia, Josephine Ratna mengatakan keistimewaan skema beasiswa MoARIS ini adalah pesertanya benar-benar disiapkan untuk mampu menjadi innovator dan terlibat langsung dalam penelitian yang berorientasi mencari solusi pada berbagai masalah di masa depan.

Baca juga :  Desain Pelatihan untuk Guru Madrasah akan Pakai Modul PPKB
Advertisement

“Kementerian Agama melihat universitas yang ada didalam jaringan ATN sebagai universitas yang berorientasi pada ‘solution based’ dimana universitas kami menyiapkan lulusannya menjadi ahli yang mampu merancang dan menyiapkan solusi dari masalah-masalah yang akan timbul di masa depang,” kata Josephine Ratna.

Ratna, menambahkan peserta skema beasiswa MoARIS akan memiliki pengalaman studi yang amat menantang. Seperti mereka diwajibkan menciptakan inovasi pada 2 tahun pertama studi mereka.

Dimana nantinya program inovasi ciptaan mereka akan ditampilkan dalam event Forum Inovasi yang juga akan menghadirkan kalangan dari sektor industri sebagai pihak yang berpotensi membantu mereka merealisasikan inovasi-inovasi tersebut.

“Peserta beasiswa ini benar-benar disiapkan menjadi orang-orang yang mampu membawa kemaslahatan bagi umat. Karena hasil studi mereka benar-benar dapat diterapkan dan menghadirkan solusi bagi masyarakat. Mahasiswa program beasiswa MoARIS dituntut benar-benar bertanggung jawab dan bersyukur atas kesempatan menimba ilmu di luar negeri yang didanai oleh pemerintah dari dana pajak masyarakat,” katanya.

EDUNEWS.ID

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com